Napi Narkoba Diduga Kendalikan Transaksi 6,68 Kg Ganja

Tersangka kasus 6,68 kg ganja diamankan Polresta Mataram Selasa, 14 Juli 2020.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) — Narapidana kasus narkoba M Juaini alias Leter diduga masih mengendalikan bisnis haramnya dari dalam sel penjara. Terpidana 15 tahun penjara ini mengerahkan kaki tangannya untuk bertransaksi ganja 6,68 kg. Tapi transaksi itu kepergok polisi.

“Dia ini pemain lama. Kita kembangkan lagi karena diduga pengendalinya napi di Lapas,” terang Kapolresta Mataram Kombes Pol guntur Herditrianto Selasa, 14 Juli 2020 didampingi Kasatresnarkoba AKP Elyas Ericson.

Iklan

Dia mengungkapkan ganja tersebut dipesan langsung dari Aceh. Leter diduga masih punya akses komunikasi untuk pemesanan ganja tersebut. “Ganja dari luar masuk ke Mataram lewat Lombok Timur,” bebernya.

Transaksi narkoba jumlah besar itu melibatkan tersangka SR (44) dan RT (41) di sebuah rumah di Punia, Mataram. Pembeli memesan langsung ke Leter. Leter yang masih di dalam penjara kemudian menyuruh dua pelaku tersebut bertransaksi.

Transaksi pada Senin, 6 Juli 2020 siang sedianya sejumlah 10 kg. Tetapi barang sudah habis sebagian diedarkan lebih dulu. Setiap paket berisi 1 kg ganja itu dihargai Rp11 juta.

“Wilayah peredarannya Kota Mataram,” kata Guntur.

Barang bukti yang disita yakni ganja dalam enam paket besar masing-masing beratnya 1 kg dan satu paket sisanya ganja tersisa setengah. “Penangkapan ini sangat baik tapi juga memprihatinkan karena di masa pandemi ini masih ada peredaran narkoba,” ujar Guntur.

Dua orang suruhan itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara Leter masih berstatus saksi. “Keterlibatan ada. Bukti percakapannya ada. Belum tersangka dia tapi gampang dia kan napi gak lari kemana-mana dia,” imbuh Ericson.

Tersangka dijerat Pasal 111 ayat (2) dan atau pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang ancamannya penjara seumur hidup atau 20 tahun. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here