Nama Bupati Diduga Dicatut dalam Pilkades

Bima (Suara NTB) – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 57 Desa di Kabupaten Bima, Sabtu 16 Juli 2016 dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memperoleh simpati agar memilih salah satu calon Kades tertentu. Bahkan dalam memuluskan aksinya, nama Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri diduga dicatut.

Informasi yang diperoleh Suara NTB menyebutkan, tindakan tersebut diduga terjadi di desa Naru Kecamatan Woha, Sanolo dan Rato Kecamatan Bolo. Desa Bajo Kecamatan Soromandi dan Teke Kecamatan Palibelo. Ironisnya hal itu dilakukan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).

Iklan

Menanggapi hal tersebut, juru bicara pemkab Bima melalui Kasubag Pemberitaan Informasi Humas dan Protokol Setda Pemkab Bima, Suryadin, M.Si kepada Suara NTB mengatakan, selama tahapan Pilkades berlangsung, kepala daerah hanya memerintahkan agar masyarakat memilih sesuai dengan pilihannya.

“Jika ada oknum atau pihak yang tidak bertanggung jawab yang melakukan intimidasi atau membujuk atas nama Bupati dan Wakil Bupati, itu tidak dibenarkan,” katanya.

Pihaknya menyesalkan tindakan tersebut. Pasalnya selama ini, Bupati maupn Wakil Bupati Bima tidak pernah menginstruksikan seseorang atau kelompok untuk memilih calon Kades tertentu.

“Kami sangat sesalkan kalau tindakan seperti ini terjadi. Apalagi membawa nama Bupati atau Wakil Bupati Bima,” ucapnya.

Menurut dia, apabila hal itu ditemukan dan terjadi di lapangan, masyarakat diharapkan melaporkan hal itu ke pihak terkait. Karena perbuatan itu sangat meresahkan dan merugikan pihak tertentu.

Misalnya, lanjut dia, apabila pelakunya oknum ASN bisa melaporkan ke Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Sementara warga sipil bila dilaporkan ke Polisi agar disikapi dan ditindaklanjuti.

“Warga diharapkan untuk segera melapor apabila menemukan hal ini,” katanya.

  Hari Ini, Pilkades Serentak di Lobar

Apalagi Bupati menekankan tidak boleh ada ASN yang terlibat atau bermain dalam mendukung calon kades tertentu. Karena perbuatan tersebut melanggar disiplin sebagai abdi negara.

“Semua pihak harus menghormati hak pilih warga,” tuturnya.

Menurut Suryadin, Bupati dan Wakil Bupati Bima, berkeinginan agar pelaksanaan pilkades serentak tahun 2016 ini berlansung aman, damai dan tertib. Pilkada saja dilaksanakan dengan baik tanpa ada gejolak dan hambatan. Maka pilkades ini juga diharapkan jauh di atas hasil itu. Melahirkan pemimpin yang berintegritas. Oleh karena itu pemilihan harus didorong jujur dan fair. (uki)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here