NAM Air Buka Rute Lombok – Bima

Praya (Suara NTB) – Salah satu maskapai nasional, NAM Air dipastikan bakal masuk melayani penerbangan di Lombok International Airport (LIA) mulai tanggal 7 Februari mendatang.

Maskapai yang merupakan grup dari Sriwijaya Air ini akan membuka rute penerbangan Lombok-Bima. Demikian disampaikan District Manager Sriwijaya Air Group Bali, Ahmad Yani, kepada wartawan di Praya, Jumat, 2 Februari 2018 kemarin.

Iklan

Ia mengatakan, pembukaan rute penerbangan tersebut untuk menjawab kebutuhan pasar akan moda transportasi udara. Khususnya untuk rute Lombok-Bima. Mengingat, di rute tersebut belum banyak maskapai yang menggarapnya. Sementara kebutuhan transportasi udara di rute tersebut cukup tinggi.

“Kita melihat potensi penumpang di rute Lombok-Bima ini sangat potensial. Karena menghubungkan dua pulau di dalam satu provinsi. Sehingga kita memberanikan diri untuk membuka penerbangan di rute ini,” terangnya.

Terlebih pemerintah daerah setempat sangat mendukung pembukaan rute penerbangan tersebut. Karena tentunya akan semakin memberikan banyak pilihan maskapai penerbangan bagi masyarakat di daerah ini, khususnya soal transportasi udara.

Ia mengatakan, secara umum prospek pasar di rute Lombok-Bima cukup besar. Apalagi dengan banyaknya agenda dan kegiatan di daerah tersebut. Baik kegiatan pemerintahan maupun pariwisata, tentunya akan semakin mendorong mobilitas masyarakat antar kedua daerah.

“Bagi Sriwijaya Air Grup, pembukaan rute penerbangan Lombok-Bima ini sebagai pancingan bagi pembukaan rute-rute lainnya dari maupun menuju Lombok,” tegasnya. Dengan kata, ekspansi yang akan dilakukan pihaknya tidak hanya sampai pembukaan rute penerbangan Lombok-Bima saja. Tetapi akan diikuti pula dengan pembukaan rute-rute penerbangan lainnya.

Untuk melayani penerbangan di rute tersebut, pihak NAM Air akan menggunakan pesawat jenis Boeing 737 seri 500. Dengan kapasitas penumpang sampai 180 orang, setiap hari.

Awalnya pihak NAM Air mempertimbangan akan menggunakan pesawat jenis ATR untuk rute tersebut. Namun akhirnya diputuskan menggunakan Boeing 737 seri 500. Karena dari sisi kapasitas dan panjang run way Bandara Bima, sudah memadai untuk jenis pesawat ini. (kir)