Nakes Loteng Mulai Kewalahan, Mengkhawatirkan, Laju Penambahan Kasus Covid-19

0
Pemkab Loteng terus memperluas cakupan vaksinasi Covid-19 dalam upaya menekan penyebaran Covid-19. Di saat bersamaan jumlah kasus Covid-19 semakin banyak, hingga membuat para nakes mulai kewalahan. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Laju penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) semakin sulit terbendung. Bahkan bisa dikatakan sudah masuk taraf mengkhawatirkan. Rendahnya disiplin masyarakat dalam menegakkan disiplin protokol Covid-19 jadi pemicu utamanya. Dampaknya, para tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien Covid-19 di daerah ini mulai kewalahan menangani pasien Covid-19.

“Penambahan kasus positif dan pasien Covid-19 sudah semakin mencemaskan,” ujar Humas Tim Penanggulangan Tim Covid-19 RSUD Praya, dr. Yudha Permana, SpDV., Selasa, 30 Maret 2021.

IKLAN

Diakuinya, sejak pagi hingga siang hari, pihaknya menerima tiga pasien Covid-19 rujukan dari puskemas.  Kemudian ada tiga pasien rujukan puskemas yang masih dalam antrean dan belum bisa ditangani. Ditambah tujuh pasien suspect yang masih menunggu di ruang IGD RSUD Praya dan belum bisa pindah ke transit isolasi. “Dari 16 sampel yang diperiksa kemarin (Senin) hasilnya ada 11 sampel yang dinyatakan positif Covid-19,” terangnya.

Dikatakannya, garda terdepan dalam melawan Covid-19 sesungguhnya masyarakat itu sendiri, sehingga peran serta masyarakat sangat penting dalam upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19 di daerah ini. Caranya dengan lebih disiplin menjalankan protokol Covid-19. Terutama penggunaan masker serta mengurangi kegiatan yang mengumpulkan orang banyak.

“Garda terdepan dalam melawan Covid-19 bukan kami para nakes. Tapi masyarakat itu sendiri,” tandasnya.

Kalau masyarakat sudah disiplin, maka potensi penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir. Namun kalau masyarakat sudah abai dengan protokol Covid-19, maka yang terjadi Covid-19 semakin banyak menjangkiti masyarakat.  Ujung-ujungnya para nakes yang sebagai garda terakkhir bakal roboh, karena sudah tidak mampu lagi menangani pasien Covid-19.

Untuk itu pihaknya sangat mendukung langkah tegas aparat penegak hukum dengan memberikan sanksi kepada para pelanggar protokol Covid-19. Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga harus dikawal secara disiplin. “Karena para nakes sudah mulai kewalahan menangani pasien Covid-19,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setda Loteng, Murdi, AP.M.Si., pemerintah daerah terus mengupayakan memperluas layanan vaksinasi Covid-19, sebagai salah cara untuk menekan penyebaran Covid-19 di Loteng. Hingga Senin, 29 Maret 2021, vaksinasi sudah menyasar 8.722 orang untuk dosis pertama. Sedangkan yang sudah memperoleh dosis kedua sebanyak 3.955 orang.

Dengan rincian tenaga kesehatan, 3,776 orang untuk dosis pertama dan 3.273 dosis kedua dari target 2.849 orang. Kemudian untuk pelayanan publik dari target 4.097 orang capainya sudah 120 persen atau 4.928 orang untuk dosis atau pertama. Sementara untuk dosis kedua baru 682 orang menerima dosis kedua. “Adapun untuk kelompok lansia (lanjut usia) kita punya target 78.026 orang. Tapi yang sudah menerima dosis pertama baru 18 orang dan belum ada satupun yang sudah menerima vaksin dosis kedua,” terangnya. (kir)