Nakes KSB Diminta Kembalikan Sebagian Insentif Penanganan Covid-19

Ilustrasi Insentif Penanganan Covid-19 (Mohamad Trilaksono/pxhere)

Taliwang (Suara NTB) – Sejumlah Tenaga Kesehatan (Nakes) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang turun tangan bergulat dalam penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) mengeluh. Pasalnya, mereka mendapat informasi diharuskan mengembalikan sebagian insentif daerah yang pernah diterima atas jasanya menjadi garda terdepan penanganan virus yang masih merajalela tersebut.

Informasi yang diperoleh media ini, Nakes yang diwajibkan mengembalikan sebagian insentif daerah khusus Covid-19 itu adalah mereka yang terdaftar sebagai penerima insentif Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Adapun yang harus dikembalikan berupa insentif yang diterima para Nakes sejak bulan Mei lalu.

Iklan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KSB, H. Tuwuh yang dikonfirmasi mengenai hal tersebut tak menampiknya. Menurut dia, hal itu sesuai dengan ketentuan pengelolaan keuangan pemerintah. Sebab penggunaan keuangan pemerintah tidak dapat disalurkan untuk satu kegiatan yang sama.

“Yang dari daerah maupun BOK itu sama-sama dari pemerintah dan diberikan ke Nakes dalam bentuk insentif Covid-19. Kan tidak boleh seperti itu. Itu namanya dobel anggaran nantinya,” timpalnya.

Ia pun menyatakan, langkah itu diambil semata untuk kehati-hatian. Sebab jangan sampai di kemudian hari akan menjadi temuan (persoalan). “Lebih baik sekarang. Ketimbang nanti kan berat jadinya (ranah hukum),” timpalnya.

Selanjutnya ditanya berapa jumlah Nakes yang diharuskan mengembalikan dana insentif daerah Covid-19 itu? H. Tuwuh belum mengetahui secara pasti. Ia hanya menyebutkan, informasi awal yang diperolehnya hanya Nakes yang bekerja di RSUD Asy Syifa terkena kebijakan tersebut. “Kalau Nakes yang berada langsung di bawah Dinkes tidak ada. Karena sejak awal SK penerima insentif daerah untuk Covid-19 tidak kita masukkan dalam SK penerima insentif BOK,” cetusnya.

Sementara itu, belum ada tanggapan resmi dari pihak RSUD Asy Syifa mengenai hal ini. Namun dari pengakuan salah seorang Nakes yang bekerja di rumah sakit milik Pemda KSB itu mengakui hal tersebut. Salah seorang Nakes kepada Suara NTB mengatakan, jika beberapa rekannya mengeluh. Karena insentif daerah untuk Covid-19 yang pernah diterimanya itu telah digunakan.

“Teman yang diminta mengembalikan kasihan. Kan uangnya sudah habis untuk kebutuhan sehari-hari mereka,” ungkap Nakes tadi yang namanya enggan disebutkan. (bug)