Nakes di Kota Bima Banyak Termakan Hoaks Bahaya Vaksin Moderna

Syarifuddin. (Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, mengakui banyak Tenaga Kesehatan (Nakes) di puskesmas dan rumah sakit yang belum mampu sepenuhnya melawan hoaks. Terkait bahaya vaksinasi dosis ketiga untuk vaksin jenis Moderna buatan Amerika. Salah satu kendala ini membuat lambannya pencapaian target vaksinasi. “Kita belum mampu melawan hoaks. Hoaks ini yang dominan di sini, biarpun itu Nakes,” ungkap Kepala Bidang P3P Dikes Kota Bima, Syarifuddin kepada wartawan di kantornya, Selasa, 7 September 2021.

Ia mengatakan, selain menemukan Nakes takut divaksin akibat termakan isu bohong soal bahaya vaksin Moderna, beberapa dari mereka tengah menjalani perawatan intensif setelah terpapar Covid-19. Karenanya, penyuntikan vaksin harus ditunda sampai tiga bulan kedepan.

Iklan

Disamping itu, tambah Syarifuddin, ada persoalan teknis yang mempengaruhi lambannya pencapaian target, seperti misalnya Nakes sasaran yang datang ke pusat vaksinasi tidak memenuhi kuota standar satu vial vaksin. “Penggunaan vaksin inikan satu vial 15 orang. Kalau yang datang 5-6 orang, kita tunda dulu pelayanan. Vaksin ini begitu dibuka harus digunakan langsung,” jelasnya.

Isu hoaks yang masih bertahan dan terus berkembang saat ini, bahkan merasuki kalangan Nakes yaitu soal kejadian ikutan pasca imunisasi, seperti mengalami demam tinggi hingga terdiagnosa positif Covid-19. Menurut dia, efek samping semacam itu tetap ada, tetapi kebanyakan ringan dan tertangani semua.

Dengan 60 vial vaksin Moderna yang dikirim Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, ia menargetkan 800 orang tenaga kesehatan di puskesmas, rumah sakit dan klinik kesehatan TNI-Polri tervaksin. Namun mengingat kendala yang muncul, sejauh ini baru tersentuh 252 orang atau sekitar 30 persen.

Kendati cukup lamban, Syarifuddin memastikan, Nakes yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 akan tetap divaksin, termasuk unsur pendukung di lingkungan kesehatan seperti supir ambulan, satpam dan tenaga administrasi. “Insya Allah target tetap tercapai, cuma agak terlambat saja,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional