Nakes di Dompu Khawatir Muncul Klaster Baru

M. Jufri. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Rencana pemerintah memberlakukan kembali pembelajaran tatap muka bagi siswa untuk daerah zona hijau dan kuning tidak membuat tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Dompu khawatir. Justru nakes lebih khawatir akan penyebaran Covid-19 melalui kegiatan sosial kemasyarakatan yang semakin abai dengan protokol Covid-19.

Faisal, SKM kepala Puskesmas Kempo dalam pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB di gedung PKK Dompu, Senin, 10 Agustus 2020 mengungkapkan kekhawatirannya dengan maraknya acara sosial kemasyarakatan yang mengumpulkan orang banyak akhir – akhir ini. Acara pesta pernikahan tersebut didesain standing party, tapi faktanya tetap dengan model mengumpulkan orang banyak. “Tamu – tamunya juga dari berbagai daerah, menyatu di acara pesta pernikahan. Inilah yang kita khawatirkan akan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19,” kata Faisal.

Iklan

Kegiatan mengumpulkan orang dan tidak menerapkan protokol Covid-19 tidak hanya terjadi pada kegiatan sosial kemasyarakatan, tapi juga terjadi pada kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah. Bahkan masih ada pejabat dan aparatur pemerintah yang tidak menerapkan protokol Covid-19 seperti menggunakan masker dan menjaga jarak fisik.

Sekretaris Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Dompu, Jufri, ST, MSI yang dikonfirmasi, Selasa, 11 Agustus 2020 mengakui kondisi kehidupan di tengah masyarakat semakin banyak yang tidak memperhatikan protokol Covid-19. Sementara ancaman pandemi Covid-19 masih cukup tinggi, hingga Pemprov NTB menerbitkan Perda khusus penyakit menular, termasuk soal Covid dan Presiden menerbitkan instruksi Presiden (Inpres) agar masyarakat patuh terhadap protokol Covid.

“Kita harus tegas terhadap kegiatan yang mengumpulkan masyarakat dan tidak dengan protokol Covid,” kata Jufri. Untuk pejabat dan aparatur yang akan melaksanakan kegiatan menghadirkan orang banyak, perlu dibuatkan kembali surat yang ditandatangani oleh Bupati untuk mengingatkannya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Maman, SKM, MMKes yang dihubungi, Selasa kemarin mengatakan, pentingnya ASN dan pejabat untuk memberikan contoh penerapan protokol Covid agar terhindari dari penyebaran Covid. Karena belakangan ini, menjaga jarak fisik sudah semakin sulit diterapkan. “Sepertinya menjaga jarak agak susah bagi masyarakat kita. Tetapi yang pasti itu, yang harus dan wajib itu, memakai masker ini. Karena bagaimanapun, kalau jarak tidak bisa dijaga, maka ketika orang berbicara, tidak menutup kemungkinan percikan air ludahnya itu pasti kena orang lawan bicara,” katanya.

Maman mengaku, edukasi informasi kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan pihaknya. Tapi edukasi ini tidak akan maksimal bila ASN dan pejabat justru tidak memberikan contoh penerapan protokol Covid-19 di tengah masyarakat. Apalagi ASN dan pejabat sering kali digugu dan ditiru masyarakat. “Seharusnya semua aparatur, semua pejabat harus memberikan contoh. Walaupun tidak dibunyikan, tapi dalam implementasinya kita memakai masker, pasti masyarakat lambat laun akan mengikuti perilaku kita (pejabat),” kata Maman. (ula)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here