Najmul akan Kembali Targetkan AKINO

Tanjung (Suara NTB) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali mematok target besar di sektor kesehatan. Salah satu yang mencolok adalah, Angka Kematian Ibu Nol (AKINO).

Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., Kamis, 10 November 2016, mengungkapkan AKINO merupakan target realistis untuk digapai oleh SKPD terkait bersama instansi pendukung lainnya. Baginya, penetapan target tersebut merupakan satu bentuk perwujudan ikhtiar Pemda akan pentingnya penanganan kehamilan, persalinan dan pascapersalinan sehingga seorang ibu tetap dalam kondisi sehat.

Iklan

“Sekarang angka kematian Ibu sedikit dan kita pernah capai AKINO dengan pembangunan di bidang kesehatan pada tahun 2012 lalu. Tetapi kemudian angka nol itu pecah,” ujar Najmul Akhyar.

Target AKINO ini, nantinya akan diintegrasikan dengan program bidang kesehatan lain. Sebagaimana disebutkan Bupati dalam penjabaran KUA PPAS, Pemda KLU terhadap urusan kesehatan pada tahun 2017 diantaranya, angka kematian bayi (usi 0-1 tahun) diturunkan menjadi hanya 10 kasus per tahun atau kurang, persentase gizi kurang dengan target kinerja 0,75 persen di tahun 2017, serta persentase ibu hamil kurang energi kronis dengan target kinerja 15 persen di tahun 2017.

Sebagaimana KUA PPAS yang disampaikan Bupati ke DPRD KLU, diketahui bahwa target tersebut didukung dengan kebijakan anggaran yang cukup besar. Dari proyeksi belanja langsung RAPBD 2017 berdasarkan SKPD sesuai perubahan kelembagaan (OPD), alokasi anggaran untuk Dinas Kesehatan disiapkan sebesar Rp 58,368 miliar lebih dari total proyeksi pagu indikatif Belanja Langsung sejumlah Rp 520,834 miliar lebih.

“Harapan kita, di 2017 AKINO ini bisa dipenuhi. Memang semua dari Allah, tapi kita manusia juga tetap harus ikhtiar. Ya kita usahakan AKINO ini,” tegasnya.

  Demokrat Rencanakan Deklarasi Minggu Ini

Berdasarkan catatan koran ini, target tersebut diketahui sangat realistis untuk dicapai. Didasarkan pada data BPS KLU 2016, Angka Kematian ibu di KLU pada tahun 2015 lalu hanya 2 orang, masing-masing 1 orang Ibu meninggal saat bersalin dan 1 orang lagi meninggal saat masa kehamilan. Berbeda dengan 2 tahun sebelumnya, 2013 -2014, angka kematian ibu berturut-turut 2 orang dan 6 orang. Angka kematian tahun 2013 terjadi saat masa nifas. Sedangkan 6 orang meninggal dirinci meninggal saat nifas 4 orang dan saat masa kehamilan 2 orang. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here