Naik, BPIH Embarkasi Lombok 2017 Belum Ditetapkan

Mataram (suarantb.com) –  Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2017 di Indonesia dipastikan mengalami kenaikan. Dari total BPIH Rp 34.641.304 di tahun 2016, kini mengalami kenaikan sebesar Rp 149.000 sehingga menjadi Rp 34.790.304 di tahun 2017.

“Menurut informasi terbaru dari pusat, ada kenaikan tapi kenaikannya tidak banyak, yaitu Rp 149.000,” ujar Kepala Seksi Informasi Haji Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag NTB, Hj. Sri Latifa, saat dihubungi suarantb.com Kamis, 30 Maret 2017.

Iklan

Menurut Latifa, meskipun secara nasional kenaikan tersebut telah ditetapkan, namun belum ada penetapan BPIH secara detail masing-masing embarkasi termasuk embarkasi Lombok. Karena belum adanya Keppres yang dikeluarkan. Namun, menurut informasi terbaru yang  didapat, sebelum tanggal 10 April 2017, pihaknya sudah bisa mendapat informasi terkait besaran BPIH sesuai embarkasi.

“Di NTB belum final karena masih nunggu Keppres, sebelum 10 April rencannya sudah bisa dapat informasi terkait besaran BPIH sesuai embarkasi. Karena 10 April itu sudah mulai pelunasan tahap I,” ungkapnya.

Kenaikan BPIH tersebut, menurut Latifa tidak terlepas dari berbagai fasilitas tambahan yang ditawarkan. Seperti halnya masa tinggal jemaah di Tanah Suci tahun 2017 menjadi 41 hari.

Selanjutnya, menurut Latifa, Ongkos Naik Haji (ONH) di Indonesia sebenarnya sudah termasuk paling murah jika dibandingkan negara lainnya. Hal tersebut, karena para jamaah haji mendapatkan subsidi yang berasal dari dana optimalisasi BPIH.

“Sebenarnya riilnya yang harus dibayarkan jemaah calon haji itu bisa mencapai Rp 50 juta sekian. Tetapi karena ada dana optimalisasi BPIH jadi Rp 34 juta sekian,” imbuhnya.

Komponen BPIH yang dibayarkan jemaah calon haji, menurut Latifa digunakan untuk biaya penerbangan, sebagian untuk pemondokan di Makkah, serta uang bekal jemaah (living cost).

Sedangkan untuk makan dan pemondokan di Madinah, sebagian biaya pemondokan dan makan di Makkah dibayarkan melalui dana optimalisasi BPIH.

“Di tahun 2016, BPIH di NTB tercatat sejumlah Rp 37 juta sekian, karena skala nasional naik, pasti akan naik juga di NTB, tapi naiknya tidak banyak,” imbuhnya.

Selain kenaikan BPIH, jumlah kuota haji di NTB juga mengalami kenaikan. Dari 3.572 di tahun 2016, menjadi 4.476 kuota di tahun 2017 dengan porsi jemaah cadangan 224 orang.

Kuota dengan jumlah jemaah haji terbanyak dipegang Kabupaten Lombok Timur dengan 1.050 orang, disusul dengan Lombok Tengah 1.009 orang dan Kota Mataram 651 orang. (hvy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here