Nahkodai Gerindra Lotim, H. Iron : Kader Tak Loyal Tentu Saya Buang

Selong (Suara NTB) – Haerul Warisin secara resmi menduduki kursi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Lombok Timur (Lotim). Kepastian H. Iron – sapaan akrab salah satu Calon Bupati Lotim ini setelah dikeluarkannya SK dari DPP Partai Gerindra yang ditandatangani langsung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dengan Nomor: 01.0004/KPTS/DPP-Gerindra Tertanggal 6 Januari 2018.

Kepada wartawan di kediamannya, Jumat, 30 Maret 2018, H. Iron mengaku akan bersungguh-sungguh menjalankan amanah yang diberikannya yakni membesarkan Partai Gerindra. Apabila ada kader yang tidak loyal terhadap partai dan pimpinan, maka tindak tegas tentu akan diberikan.

Iklan

“Jika kader itu tidak loyal terhadap partai dan tidak ada loyal terhadap pimpinan, tentu saya buang,” tegasnya menanggapi isu miring terkait sejumlah kader berpihak ke calon kepala daerah lainnya di Pilkada Lotim.

Ia menambahkan, terkait dengan kemungkinan ada pengaruhnya penggantian pimpinan di kursi DPC Gerindra Lotim, H.Iron sapaan akrabnya menegaskan apabila ada orang-orang, terutama kader Partai Gerindra yang mencoba menggembosinya, maka yang bersangkutan bakal dipompa kemudian dibuang.  “Saya digembosi iya ngak bisa, orang saya ketua kok,” tegasnya.

Disinggung terkait kemungkinan dirinya akan melakukan upaya bersih-bersih di tubuh partai Gerindra Lotim. Menurut calon bupati nomor urut 1 ini akan melihatnya terlebih dahulu. “Nanti akan kita lihat, kalau memang ada debu-debu di tubuh partai Gerindra, tentu akan kita bersihkan dan buang,” tegasnya.

Untuk menguatkan solidaritas seluruh kader Gerindra Lotim. Selaku ketua, Haerul Warisin, Jumat (30/3) sore melakukan pertemuan dengan seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) dan fraksi yang ada di DPRD Lotim. Dari pertemuan itu akan dilihat respons seluruh kader partai Gerindra sejauhmana terhadap pimpinan dan pergerakannya membawa partai Gerindra menjadi lebih besar lagi. “Jika responsnya kurang maka saya buang, hanya saja untuk membuangnya itu ada caranya. Kita lakukan pembinaan, pendekatan dari hati ke hati serta mengetahui kemauan dari kader,” jelasnya.

Setelah mengetahui semua aspek itu, lanjut dia, maka barulah dicarikan solusi cara mengatasinya. Apabila sejumlah solusi yang dilakukan belum memberikan perubahan, maka tindakan tegas sudah pasti diberikan terhadap kader yang bersangkutan, karena itu menandakan jika kader itu tidak loyal terhadap partai dan tidak ada loyal terhadap pimpinan.

Terpisah, mantan Ketua DPC Gerindra Lotim, Syawaludin mengaku akan siap menjalankan amanah partai sebagai AD/ART dari Partai Gerindra sendiri. Selaku kader partai yang baik tetap berada pada garis perjuangan partai yang benar. Akan tetapi, katanya, soal sikap kader partai, dirinya tidak bisa mengintervensi, karena itu hak politik dari masing-masing individu.

Disinggung terkait isu bahwa dirinya akan ditarik menjadi pengurus di DPP, Syawaludin menegaskan jika dirinya tidak punya keinginan untuk menjadi pengurus di tingkat DPP. Ia mengaku lebih senang berjuang di daerahnya sendiri. “Saya tidak punya keinginan untuk menjadi pengurus DPP, saya cukup mengabdi di daerah saya saja, saya memenangkan Pak Prabowo dan Gerindra di daerah saya saja, saya tidak punya kemampuan yang lebih dari itu,” ungkapnya.

Syawaludin memastikan, dengan dirinya tidak lagi menahkodai DPC Gerindra Lotim. Bukan berarti dirinya akan berkhianat dan tidak patuh terhadap partai. Artinya, tidak ada yang menggembosi suara Harum dalam Pilkada 2018 ini. (yon)