Mutasi di Lobar Diduga Kental Nuansa Politik

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid melantik 10 pejabat eselon II lingkup Pemkab setempat. Pelantikan 10 pejabat eselon II ini hasil dari seleksi pansel dan telah mendapatkan rekomendasi dari Komisi ASN. Pada kesempatan itu, Bupati menekankan agar pejabat menunjukkan kinerja yang baik untuk mencapai target indikator kunci utama sesuai RPJMD.

Disamping itu, Bupati mengingatkan agar pejabat harus melayani dan memberi ketauladanan bagi jajaran dan masyarakat. Mutasi kali ini juga mendapatkan kritikan dari kalangan DPRD. Pasalnya mutasi ini dinilai kental nuansa politisnya.

Iklan

Mutasi yang digelar Selasa, 7 Maret 2017 kemarin dihadiri oleh Sekda H. M. Taufiq, Wakil Ketua DPRD Sulhan Mukhlis dan segenap jajaran kepala SKPD. Mutasi diawali dengan pembacaan SK, lalu dilanjutkan pengambilan sumpah dan jabatan lalu penandatanganan beriuta acara pelantikan.

Bupati menyampaikan dalam sambutannya, bahwa pengisian jabatan lowong ini melalui pembentukan tim Pansel. Setelah itu meminta rekomendasi dari komisi ASN, barulah dilakukan mutasi pengisian jabatan lowong tersebut. Ia berharap kepala SKPD baru dilantik bisa melanjutkan amanah-amanah yang sudah diberikan sesuai tupoksi. Ia menaruh harapan di masa kepemimpinan kepala SKPD baru bisa memberi prestasi dan kebanggaan.

“Yang perlu menjadi fokus yang belum mencapai target indikator sesuai RPJMD ada di antara beberapa kepala SKPD yang dilantik saya harapkan target RPJMD yang belum tercapai bisa dikejar bahkan bisa melampui harapan kita,” tegasnya. Bupati menyadari untuk memilih 10 kepala SKPD ini sangat sulit, karena dari hasil seleksi tiga besar rata-rata semuanya baik. Namun selaku pemimpin ia harus memilih satu orang.

Karena itulah, ia sangat berharap 10 kepala SKPD yang sudah dilantik agar memberikan kebanggaan kepada seluruh masyarakat Lobar dengan dapat memberikan yang terbaik di SKPD masing-masing. Untuk pejabat yang masuk tiga besar namun tak bisa dilantik, ia meminta agar memberikan penyeselan terhadapnya dengan menunjukkan prestasi terbaik meskipun tak terpilih menjadi Kadis, tentu dengan prestasi terbaik.

Bupati juga mengingatkan agar kepala SKPD segera melakukan konsolidasi organisasi, jangan sampai pemimpin SKPD berpikir untuk dilayani namun harus melayani masyarakat dan memberikan contoh dan keteladanan yang baik bagi para jajaran terutama bagi masyarakat Lobar. “Ke atasan berikan kebanggaan, ke bawah berikan pelayanan,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lobar, Sulhan Mukhlis menilai mutasi yang digelar Bupati kali ini kental nuasa politis. Pasalnya terlihat dan komposisi pejabat eselon II banyak dari Narmada. Dari sini ia melihat bahwa Bupati tak ingin berpasangan dengan calon wakil bupati dari Narmada pada pilkada nanti.

“Mutasi ini kental nuansa politisnya, jadi dikeroyok itu narmada dengan mengambil banyak kepala SKPD dari Narmada,” tukasnya. Secara geopolitik, karena Narmada berpenduduk banyak maka diambil banyak kepala SKPD dari sana.

mendengar kritikan dari bawah (masyarakat). “Ada juga kritikan dari bawah itu seharusnya diakomodir oleh Bupati, mana yang layak. Bahkan ada kadis baru yang kurang memperhatikan masyarakat di sekitarnya,” kritiknya.

Sulhan juga menilai ada Kadis yang kurang bersosialisasi dengan masyarakat di tempat tinggalnya namun diberikan jabatan. Padahal penting pejabat itu memiliki perhatian terhadap masyarakat. Disamping itu, sejumlah pejabat yang diangkat juga tak memahami SKPD yang dipimpin karena tak sesuai dengan latar belakang ilmu.

Fauzan Khalid membantah adanya motif politik di balik mutasi yang digelarnya. Ia menegaskan bahwa pilihannya terbatas tiga orang di setiap SKPD hasil penyaringan tim Pansel. Hasil tim pansel ini melalui parameter penilaian lengkap sekali.

Ada tes Assesment, semacam tes untuk mengetes kejujuran, karakter, dan konsistensi bahkan ditambahkan satu tes kejiwaan. “Dari hasil pansel ini tiga besar inilah yang terbaik,” tegasnya.

Dalam melihat hasil tes pansel ini untuk penentuan satu orang kepala dinas jelas Bupati, pihaknya tidak melihat nilai angka, namun ia melihat keseluruhan hasil pansel tersebut. Menurutnya hal ini lebih penting dibandingkan nilai angka.

Ia menegaskan, mutasi  kali ini mengacu kinerja dan tidak ada politisnya. Bahkan ia mengantisipasi adanya tudingan itu, dengan tidak menyampaikan ancaman-ancaman ke kepala dinas baru. “Nanti kalau begitu dikira nunasa politis,” tukasnya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here