Mutasi 23 ASN KLU, Mantan Plt Sekda Jadi Camat Bayan

Bupati KLU H. Najmul Akhyar melantik pejabat lingkup Pemda KLU, Jumat, 28 Desember 2018. (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH., melakukan pergeseran di lingkup Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon III, Jumat, 28 Desember 2018. Dari 23 orang yang dimutasi, 1 orang pejabat eselon III mendapat promosi sebagai kepala dinas.

Mutasi dilakukan di kantor sementara Pemkab Lombok Utara di Tanjung. Sesuai Surat Keputusan Bupati No. 448/332/BKD-PSDM/2018, terdapat 23 ASN eselon III dan IV yang digeser, naik pangkat, dan mengalami penurunan pangkat.

Iklan

Beberapa di antaranya yang mendapat promosi antara lain, Drs. H. Faisol, sebagai Kepala Dinas Sosial PPPA (eselon II) dari jabatan sebelumnya sebagai Camat Pemenang. Ia satu-satunya yang mendapat kenaikan eselon pada mutasi akhir tahun ini.

Sementara pergeseran dialami oleh beberapa pejabat, antara lain, Adi Wibawa menjabat sebagai Sekban BPKAD dari jabatan sebelumnya Kabid Sosbud di Bappeda KLU. Sementara, Sekban BPKAD sebelumnya, Drs. H. Saprinadi, bergeser sebagai Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggantikan Wartawan, S.Sos., yang ditunjuk sebagai Irban Wilayah III pada Inspektorat KLU.

Mantan Plt. Sekda di era baru berdirinya Lombok Utara yakni, Intiha, SIP., ikut mendapat promosi. Dari staf pada Dinas P2KB PMD KLU, ia dipercaya sebagai Camat Bayan. Sedangkan Camat Bayan sebelumnya, Musrifin, S.Sos., digeser sebagai Kepala Bidang Hubungan Industrial pada Disnaker PMPTSP. Selanjutnya pada posisi Camat Pemenang, dipercayakan kepada Suhadman, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk.

Dalam sambutannya, bupati menegaskan penyegaran pada jabatan ASN murni kebutuhan daerah dan merupakan hal yang lumrah dalam birokrasi. Secara substantif tidak ada hal yang luar biasa dari mutasi yang dilakukan pemerintah. “Bagaimanapun dinamika itu terjadi, ada yang sakit, pensiun, ada juga yang mungkin kita lihat potensinya lebih untuk mengisi pada jabatan baru,” katanya.

Selain itu, pergeseran pegawai juga dilakukan karena faktor adanya beberapa jabatan strategis pelayanan masyarakat yang lowong karena pensiunnya pegawai. Misalnya disebutkan, Kadis Sosial sebelumnya, Hadari, SP., pensiun pada 31 Desember ini. Begitu juga jabatan Sekretaris DPRD KLU lowong pascameninggalnya Sekwan, Drs. H. Akhmad Sujanadi.

Khusus untuk pengisian jabatan Kadis Sosial, penunjukan Faisol tidak lepas dari hasil pansel yang dilakukan sebelumnya. Secara nilai pansel, Faisol berada di bawah Hadari. “Pergeseran dua orang saja, itu mempengaruhi yang lain sehingga ini murni kita lakukan sebagai tuntutan di pemerintahan,” imbuhnya.

“Kemarin ada beberapa kawan yang sudah selesai, pensiun dan meninggal. Sedangkan jabatan Sekwan masih kita Plt-kan. Kita berusaha supaya tidak melalui pansel tapi ini harus dikomunikasikan ke KASN dulu,” jelas Najmul.

Pemda juga melantik beberapa pejabat fungsional untuk mengisi kekosongan pada pelayanan kesehatan, seperti perawat dan guru. Sesuai aturan baru, sebut Najmul, tidak hanya jabatan struktural saja yang harus dilantik tetapi pejabat fungsional.

Berkenaan dengan pelayanan pascagempa, Najmul mengingatkan agar ASN yang diberikan Allah dapat bekerja secara maksimal. Kinerja ditunjukkan secara terukur demi mendukung kinerja pemerintah kabupaten secara keseluruhan. Lebih-lebih dalam proses percepatan penanganan rehab rekon perumahan warga. (ari)