Musim Tembakau 2017, Ini Anjuran Wabup Lotim

Selong (Suara NTB) – Musim tembakau pada tahun 2017 ini diyakini cukup baik, hal ini terlihat dari Iklim cukup mendukung. Belum lagi, kebijakan pemerintah sudah mulai membatasi impor. Dalam hal ini, petani pembudidaya tembakau Virginia Lombok dipersilakan menanam sesuai kemampuannya.

Meski demikian, menurut Wakil Bupati (Wabup) Lotim, H. Haerul Warisin kendala terbesar dalam budidaya tembakau Virginia selama ini hanya pada mutu. Mutu saat dipetik cukup bagus, akan tetapi saat masuk proses pengomprongan menjadi kurang baik. Soal mutu, katanya diharapkan ke depan bisa diperhatikan mulai proses penanaman.

Iklan

‘’Proses penanaman ini mutunya harus dipertahankan,’’ ujarnya pada Suara NTB di Selong, Senin, 3 Juli 2017.

Menyikapi masalah ini, seluruh petani pembudidaya diingatkan agar bisa memperhatikan kesiapan lahan dan proses budidayanya, sehingga produksi tembakau  tahun ini kualitasnya cukup baik. Jika melihat ketersediaan air dan dukungan iklim, wabup yakin tembakau akan bisa tumbuh dengan baik.

Namun, dalam mendukung itu, petani harus memperhatikan unsur hara tanah dan proses perawatan secara teknis. “Kan masih ada hujan dan air yang bisa digunakan petani untuk melakukan budidaya tembakau,” katanya.

Teknis budidaya, lanjutnya, diyakini sudah sangat bisa dilakukan oleh para petani. Seperti dengan cara membuat lubang yang dalam, melakukan penyemprotan yang teratur agar tembakau tumbuh sehat.

Diketahui pada musim tembakau sebelumnya, petani diingatkan untuk tidak terlalu bernafsu menanam tembakau. Situasi pada musim tanam 2017 ini diyakinkan sudah bisa lebih baik. Petani bisa menanam sesuai kemampuannya dan tidak ada pembatasan.

Seberapapun luas areal yang ditanami, diyakini akan bisa diserap di pasar. Tembakau sekarang saat ini banyak dibutuhkan oleh pabrik rokok. Presiden juga sudah komitmen untuk mengurangi impor agar petani tembakau di Indonesia tidak rugi.

“Tanam saja kita persilakan seberapapun  kemampuan petani. Nanti kita akan bicarakan dengan perusahaan, bagaimana keberpihakan harga yang lebih memihak kepada petani,” demikian wabup. (rus)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional