Musim Hujan, Warga Kota Bima Diminta Waspada DBD

Ilustrasi Nyamuk DBD (Suara NTB/ist)

Kota Bima (Suara NTB) – Warga Kota Bima diimbau menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan serta tetap mewaspadai beberapa penyakit yang timbul pada saat musim hujan, salahsatunya Demam Berdarah (DBD) akibat digigit nyamuk adies agyepti.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, Ahmad S.Sos, mengatakan musim hujan sangat rawan munculnya penyakit DBD karena banyaknya genangan sisa air hujan, tempat berkembang biaknya jentik nyamuk adies agyepti.

Iklan

“Nyamuk penyebab penyakit DBD ini berkembang di daerah basah, jadi warga harus tetap mewaspadai, apalagi saat ini sudah memasuki musim hujan,” ucapnya, Jumat, 11 Desember 2020.

Ahmad mengakui pada saat musim penghujan setiap tahunnya, kasus DBD memang kerap dan cukup rawan terjadi Kota Bima. Akan tetapi kasusnya tidak sampai kejadian luar biasa (KLB) karena cepat ditangani dan diatasi. “Kasus DBD yang terjadi selama ini masih bisa ditangani dengan baik,” ujarnya.

Ahmad mengaku sejauh ini Dikes setempat belum menerima laporan adanya warga Kota Bima yang terkena kasus DBD, baik di Puskesmas maupun RSUD Kota Bima. “Sejauh ini belum ada kasus yang terjadi. Tapi tetap kami pantau di semua wilayah,” akunya.

Jika digigit nyamuk, Ia meminta agar segera di bawa ke tempat medis terdekat. Sebab jika tidak ditangani dengan cepat bisa mengancam keselamatan, apalagi penderitanya anak di bawah umur atau masih balita.

Sementara ciri-ciri penderitanya mulai badan panas dingin (meriang), mengeluarkan keringat hangat serta wajahnya pucat. Pengaruhnya kondisi badan lemas dan nafsu makan juga berkurang. “Tidak hanya DBD, sakit jenis aapapun selama musim hujan ini, segera bawa dan periksa ke Puskesmas dan RSUD, agar tidak beresiko tinggi,” katanya.

Disamping itu, Ahmad mengajak warga Kota Bima agar menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Membuang sampah tidak sembarang dengan pola menguras, mengubur dan menutup (3 M). Hal ini bertujuan menangkal dan mencegah berkembangnya nyamuk adies agyepti.

“Selama ini juga kami tetap melakukan fogging dan penyuluhan. Namun hal itu tidak bisa terlaksana dengan baik, jika tidak diikuti pola hidup sehat dan bersih masyarakat,” katanya.

Ia membahkan endemi yang terkena penyakit DBD tersebar di wilayah Kecamatan Rasanae Barat, seperti kelurahan Tanjung, Melayu, Sarae dan Dara. Sementara di Rasanae Timur seperti Rabadompu dan Nungga. “Sedangkan di Kecamatan Asakota seperti di Kelurahan Jatiwangi,” pungkasnya. (uki)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional