Musim Hujan Segera Datang, Realisasi Huntara Masih Minim

Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Mohammad Rum (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Musim hujan diprediksi akan melanda NTB mulai November mendatang. Sementara masih banyak  korban gempa masih tinggal di pengungsian. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, realisasi pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban gempa baru 15.700 unit.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. H. Mohammad Rum, MT yang dikonfirmasi usai rapat evaluasi penanggulangan bencana di Kantor Gubernur, Senin, 15 Oktober 2018 sore mengatakan masih banyak huntara yang dibutuhkan korban gempa. Supaya pada saat musim hujan nanti mereka punya tempat tinggal sementara yang lebih layak.

Iklan

‘’Huntara sudah 15.700 unit. Masih banyak  yang dibutuhkan. Dari 60 ribuan target kita,’’ kata Rum.

Disebutkan, jumlah huntara yang dibutuhkan korban gempa sekitar 69 ribu unit. Angka itu mengacu dari jumlah rumah warga yang rusak berat. Dijelaskan, pembangunan huntara selama ini menggunakan dana non APBD. Belasan ribu huntara yang terbangun semuanya dilakukan lembaga non pemerintah atau Non Goverment Organization (NGO).

Menurut Rum, data huntara yang terbangun saat ini berdasarkan laporan yang diterima dari NGO. Ia mengatakan, sebenarnya huntara yang terbangun sudah lebih dari angka 15.700 unit. Karena ada juga huntara yang dibangun masyarakat dengan swadaya dan mandiri.

Karena musim hujan diprediksi akan mulai turun bulan depan, diharapkan pembangunan huntara yang mencapai 69 ribu unit dapat terealisasi bulan ini. ‘’Insya Allah mudah-mudahan bisa selesai akhir bulan ini,’’ harapnya.

Pemprov NTB telah meminta beberapa pihak untuk membangun huntara. Pemerintah pusat telah menghimpun beberapa BUMN dan Corporate Social Responsibility (CSR) beberapa lembaga yang akan membangun sekitar 50.000 unit huntara.

Palang Merah Indonesia (PMI) juga  akan membangun sekitar 20.000 huntara. Dari jumlah itu, sebanyak 2.000-an sudah terbangun.

Pemprov NTB sendiri akan  mengalokasikan anggaran untuk membangun huntara. Anggaran yang semula dialokasikan untuk pengiriman mahasiswa ke luar negeri sebesar Rp1,4 miliar akan dipergunakan untuk membangun huntara.

Data Pusat Komando Penanggulangan Bencana NTB pekan kemarin, sebanyak 2.743 unit Risha akan dibangun. Hal itu sesuai dengan minat masyarakat. Sedangkan rumah konvensional sebanyak 1.360 unit. Data sebelumnya sampai 7 Oktober 2018, sebanyak 63.672 unit rumah rusak berat yang sudah terverifikasi.

Jumlah Risha yang sudah terbangun sebanyak 11 unit, sedang proses pembangunan 12 unit Risha dan 61 rumah konvensional. Secara keseluruhan progres rumah warga yang sudah terbangun baru 0,57 persen. (nas)