Musim Hujan, Jalur Pendakian Tambora Ditutup Sementara

Dompu (Suara NTB) – Jalur pendakian gunung Tambora di Pancasila Desa Tambora Kecamatan Pekat ditutup selama musim hujan. Penutupan jalur pendakian dilakukan untuk menjaga keselamatan pendaki dari serangan lintah darat. Sementara jalur pendakian Doroncanga juga belum bisa dilalui karena rusak tergerus air.

Syaiful Bahri, pelaku wisata di Pancasila Desa Tambora Kecamatan Pekat kepada Suara NTB, Senin (6/12) kemarin, mengungkapkan, jalur pendakian gunung Tambora di Dusun Pancasila Desa Tambora kita tutup dalam beberapa hari terakhir ini akibat intensitas hujan yang cukup tinggi. Langkah ini dilakukan pihaknya untuk memberikan keamanan bagi pendaki dari serangan lintah darat di sepanjang jalur pendakian.

Iklan

“Memang kita tutup sementara jalur pendakian di Tambora untuk menghindari serangan pacet (lintah darat),” katanya.

Saat musim hujan, kata Syaiful, jalur pendakian Tambora yang melintasi hutan lebat dan banyak lintah darat yang menempel di pohon kayu. Berbeda dengan jalur Doroncanga, jalurnya lebih banyak padang savanna dengan rumput yang tinggi, sehingga tidak ada lintah daratnya. “Akibat hujan lebat ini, jalurnya juga rusak tergerus air hujan,” ungkapnya.

Kendati demikian, Syaiful mengaku, tetap saja ada pendaki yang tetap ingin mendaki gunung Tambora. Ketika hujan terus mengguyur, pihaknya melarang untuk terus melanjutkan pendakian. Tapi ketika cuaca sempat cerah, pihaknya baru memperbolehkan untuk melanjutkan pendakian.

“Kalau cuacanya cerah, baru kita perbolehkan mereka melanjutkan pendakian. Tapi kalau hujan terus, kita tidak ijinkan. Karena saat itu, banyak pacet (lintah darat),” ungkapnya.

Syaiful juga berharap agar jalur pendakian gunung Tambora bisa ditata dengan baik dan menjaga kelestarian alam. Ketika terjadi perambahan hutan dan illegal logging, pendaki akan banyak tersesat. “Itu yang dikeluhkan banyak pendaki selama ini,” terangnya. (ula)

  Dompu Targetkan Pengembangan Teknologi Hasil Karya Warga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here