Musim Hujan di Sumbawa Diperkirakan Mulai November

Samriyanto. (Suara NTB/ind)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Awal musim hujan di wilayah Kabupaten Sumbawa diperkirakan mulai berlangsung pada dasarian II bulan November mendatang. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setempat, awal musim hujan akan terjadi di sejumlah wilayah.

Sebagaimana disampaikan Kepala BMKG Sumbawa, Samriyanto,  pada dasarian II Bulan November mendatang, musim hujan akan mulai terjadi di wilayah Kecamatan Alas, Alas Barat, Buer, Batulanteh, dan Kecamatan Rhee bagian selatan. Mulai tanggal 11 hingga tanggal 20 November. Kemudian akan bergerak ke arah Timur pada Dasarian III November sekitar tanggal 21 hingga  tanggal 30. Meliputi Kecamatan Orong Telu, Lenangguar, Moyo Hulu, Lunyuk, Lantung, Ropang, Unter Iwes bagian barat. Kemudian Kecamatan Empang bagian selatan, Tarano bagian selatan, Plampang bagian selatan dan Kecamatan Labangka.

Iklan

Selanjutnya bergerak ke Desember dasarian I antara tanggal 1 hingga tanggal 10, meliputi Kecamatan Moyo Hilir, Lape, Lopok, Plampang bagian utara, Empang bagian utara, Tarano bagian utara. Kemudian Kecamatan Unter Iwes bagian timur, Moyo Utara dan Maronge. Terakhir pada Desember dasarian II tanggal 11 hingga 20, di Kecamatan Utan, Labuhan Badas, Kecamatan Sumbawa, dan Rhee bagian utara. “Sebenarnya yang mungkin bisa menjadi miss adalah definisi dari BMKG sendiri dengan definisi dari masyarakat terkait apa yang dimaksud sudah masuk musim hujan. Itu yang mungkin agak berbeda,” ujarnya.

Berdasarkan definisi BMKG, jelasnya, dikatakan sudah masuk musim hujan ketika dalam satu dasarian per 10 hari, hujan yang tertakar ada di angka 50 milimeter atau lebih dan diikuti dengan dua dasarian berikutnya. “Artinya tiga dasarian ini sudah memenuhi angkanya ada di 50 mili, 50 mili, 50 mili atau lebih. Itu dikatakan sudah masuk musim hujan. Tetapi kan kita nda tahu pandangan masyarakat ketika umpamanya sudah beberapa hari hujan mungkin dikatakan sudah masuk musim hujan,” terangnya.

Saat ini, lanjutnya, wilayah Sumbawa belum memasuki musim hujan. Berdasarkan prakiraan, bulan Oktober ini berada pada masa peralihan musim kemarau ke musim hujan. Peralihan musim ini perlu diwaspadai terjadinya hujan disertai petir dan angin kencang. “Kita belum masuk musim hujan. Tapi di Oktober ini kita perkirakan akan masuk musim peralihan. Cuma harus diwaspadai ada peralihan musim ini. Dan kita perkirakan Oktober ini sudah mulai. Karena di masa musim peralihan ini peluang untuk terjadinya hujan yang tiba-tiba dengan durasi singkat yang bisa disertai petir, angin kencang, itu peluang besar sekali,” pungkasnya. (ind) 

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional