Museum Pasif Sikapi Temuan Tengkorak di Sembalun

Mataram (Suara NTB) – Museum Negeri NTB belum turun tangan untuk menindaklanjuti temuan fosil di Desa Sembalun. Museum masih menunggu perkembangan dari tim yang terjun ke lapangan.

Sejumlah tim dari Bidang Kebudayaan dalam Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, terjun ke lapangan pada, Jumat, 13 Januari 2017. Tim yang turun ke lokasi penemuan fosil telah mengajak pihak museum untuk ikut ke lapangan.

Iklan

“Sempat ada rekan dari tim yang turun ke lapangan hari ini, mengajak saya untuk ikut. Tetapi saya rasa, karena tidak ada perintah secara resmi, makanya kami tidak terlibat,” kata Kepala Museum Negeri NTB Drs. M. Zubair.

Meski begitu, pihaknya antusias untuk ikut menyelamatkan fosil temuan warga yang diperkirakan berusia ratusan tahun itu. Fosil yang ditemukan warga penggali tanah di lokasi tambang galian c itu, dapat menjadi pintu masuk untuk mengungkap sejarah kehidupan masyarakat sembalun di masa lampau. Fosil tersebut dapat dijadikan bukti otentik dari bahan kajian penelitian selanjutnya.

“Pada prinsipnya, museum siap mengakomodir temuan utamanya benda – benda bersejarah seperti itu,” jelasnya.

Lokasi penemuan fosil yang awalnya menjadi tambang galian c itu, telah disterilisasi. Tempat tersebut berpotensi untuk dijadikan situs bersejarah. Fenomena penemuan tengkorak manusia di dasar tanah itu, telah terbentuk menjadi pengetahuan umum.

Kepala Museum Negeri NTB berjanji untuk melakukan investigasi. Investigasi akan dilakukan untuk menentukan klasifikasi arkeologi fosil yang baru ditemukan itu. Setelah diinvestigasi, pihaknya berencana mengamankan fosil tengkorak manusia itu di museum.

“Untuk saat ini, sedang kita lakukan investigasi. Kita akan menentukan klasifikasi jenis arkeologinya. Kalau memang fosil tersebut termasuk benda arkeologi yang harus diamankan, maka akan kita ambil,” katanya.

Pihaknya berencana untuk bekerjasama dengan Bidang Kebudayaan yang sudah turun ke lapangan. Untuk mengamankan fosil tersebut, pihaknya berencana akan membelinya dari para warga.

Kendati demikian, untuk saat ini pihaknya belum mempunyai anggaran. Museum akan menyiapkan anggaran untuk menebus fosil itu dari tangan penduduk melalui APBD Perubahan.

“Kalau memang memungkinkan untuk kita beli, maka akan kita usahakan untuk menganggarkannya pada APBD perubahan nanti,” tandasnya. (met)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional