Musda Gagal, DPD II Golkar Sumbawa Diambil Alih DPD I

Mataram (suarantb.com) – Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Kabupaten Sumbawa gagal mencapai keputusan. Hal tersebut disebabkan terjadinya dualisme pimpinan kecamatan (PK) yang sama-sama merasa memiliki hak suara dalam Musda yang digelar di Mataram, Sabtu, 3 September 2016.

Hal tersebut membuat pimpinan sidang, Hj. Bq. Isvie Rupaeda,SH, MH mengambil keputusan mengambil alih kepengurusan DPD II Partai Golkar Kabupaten Sumbawa. Dalam sidang yang dipimpin oleh Sekretaris DPD I Golkar NTB ini, sempat terjadi adu mulut antara kedua kubu PK, karena masing-masing merasa memiliki hak suara dan bersikukuh memegang SK kepengurusan yang legal.

Ketegangan dan keributanpun tak terelakkan. Memanasnya situasi semakin terasa menjelang pembacaan putusan oleh pimpinan sidang untuk mengambil alih kepengurusan DPD II Golkar Sumbawa oleh DPD I Golkar NTB.

Isvie menyatakan keputusan mengambil alih kepengurusan DPD II Golkar Sumbawa karena telah terjadi dualisme pimpinan kecamatan. Ketika hal tersebut terjadi, keputusan Musda tidak akan mungkin terealisasi.

“Kalau masing-masing PK memiliki dua pimpinan, mau sampai kiamat pun tidak akan menghasilkan keputusan apa-apa,” ujarnya.

Hal tersebut sontak membuat peserta sidang mengajukan interupsi. Salah satu peserta sidang dari PK Moyo Hulu, Musapakadim saat diberikan kesempatan berbicara oleh pimpinan sidang menyatakan keheranannya melihat salah seorang PK Moyo Hulu lain menghadiri Musda tersebut.

“Dua nama PK itu dari daerah domisili saya. Saya jadi heran. Kita ini partai besar. Dan saya terpilih pada saat pemilihan pimpinan kecamatan. Dari 12 suara, saya memperoleh sembilan. Dan mereka itu kapan terpilihnya. Kapan diprosesnya?” ujarnya dengan nada heran.

Isvie sempat meminta kepada peserta musda untuk menunggu keputusan Ketua DPD I Golkar NTB, H. M. Suhaili FT, SH terkait salah seorang bakal calon ketua H. Nurdin Marjuni yang tidak lolos verifikasi.

Hal tersebut sontak membuat beberapa peserta sidang riuh meminta interupsi. Tak hanya selesai di situ, masing-masing kubu PK bahkan mengurai keabsahan SK yang dipegang dan saling menuding bahwa, kubu di luar PK yang diwakili tidak sah secara aturan.

Salah seorang PK dari Kecamatan Orong Telu Supardi bahkan menuding ada kejanggalan dalam proses Musda. Ia menyebut DPD I Partai Golkar NTB terlalu jauh mencampuri urusan yang seharusnya menjadi hak PK Kabupaten Sumbawa.

“Saya sudah 20 tahun menjadi anggota Partai Golkar. Dan baru pertama kali menemukan kejadian seperti ini. Saya sangat menyesalkan hal ini, Ada apa ini. Kenapa bisa seperti ini. Kenapa Musda dilakukan di Lombok, kenapa tidak di Sumbawa. Saya melihat DPD I terlalu otoriter,” sebutnya.

Terkait hal tersebut, kepada suarantb.com seusai penutupan Musda, Isvie menyatakan, DPD II Golkar Sumbawa diambil alih oleh DPD I NTB karena ada dualisme di masing-masing PK. Pihaknya selaku pimpinan sidang, lantas bermusyawarah di ruang Sekretaris DPD I Golkar NTB, dan menghasilkan empat keputusan guna memperbaiki kondisi tersebut.“Kita akan memperbaiki kondisi ini,” terangnya.

Menurutnya, sebelum persoalan dualisme PK tersebut terselesaikan, apapun kegiatan yang akan dilakukan oleh DPD II Golkar Sumbawa mustahil terlaksana. Hal tersebut menurutnya menjadi hal utama sehingga keputusan pengambil alihan kepengurusan oleh DPD I.

Hal lain yang juga dilakukan oleh DPD I Partai Golkar NTB adalah membuat empat keputusan yang akan menjadi acuan Pelaksana Tugas (Plt) DPD II Golkar Sumbawa, guna mewujudkan organisasi partai berjalan sebagaimana mestinya.

Empat keputusan yang diambil yakni mengambil alih kepengurusan DPD II Partai Golkar Kabupaten Sumbawa. Kemudian menunjuk Plt. Selanjutnya melakukan musyawarah desa, baru musyawarah kecamatan setelah itu baru Musda.

Nantinya, terang Isvie, PLT yang akan dibentuk, akan menjalankan empat keputusan tersebut. Hal tersebut, menurutnya menjadi strategi yang penting untuk menyelamatkan partai Golkar Kabupaten Sumbawa.

“Insya Allah tidak akan hancur. Makanya kita akan Musyawarah Desa dulu. Ini kita akan tata ulang,” katanya.

Untuk diketahui dalam Musda ada tiga nama yang awalnya mengajukan diri menjadi bakal calon ketua DPD II Golkar Sumbawa. Diantaranya, H. Farhan Bulkiyah, SP, H. Nurdin Marjuni, dan Jack Morsa Abdullah.

Untuk bakal calon Nurdin Marjuni sendiri tidak bisa melanjutkan pencalonannya karena tidak lolos verifikasi. Sementara itu, yang ditunjuk selaku Plt adalah Ketua Harian DPD I Golkar NTB, H. Misbach Mulyadi dan Sekretaris dipegang oleh Ir. H. Busrah Hasan. (ast)