Musda Diundur, Misbach Nilai Suhaili Masih Sah Ketua Golkar NTB

H. Misbach Mulyadi. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Setelah Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar NTB urung digelar pada tanggal 4 – 5 Maret. Beragam spekulasi politik di internal tubuh partai beringin itu bermunculan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah status H. M. Suhaili FT selaku Ketua DPD yang dianggap habis per tanggal 5 Maret 2020. Sejumlah kader mendesak DPP segera menunjuk pelaksana tugas (Plt).

Akan tetapi berbagai spekulasi politik yang mencuat dalam internal tubuh partai Golkar NTB itu terjawab dengan terbitnya surat DPP Golkar Nomor : B-70/Golkar/III/2020, tertanggal 5 Maret. Surat DPP perihal perubahan penetapan Musda DPD Golkar Provinsi NTB itu sekaligus menjawab pertanyaan terkait status kepengurusan DPD Golkar NTB, di bawah kepemimpinan Suhaili FT pasca tanggal 5 Maret.

Iklan

“Jadi dengan terbitnya surat DPP ini, maka kepengurusan pak Suhaili masih, tidak ada perpanjangan apalagi Plt. Jadi semua sudah jelas,” ujar Ketua Harian DPD I Golkar NTB, H. Misbach Mulyadi kepada Suara NTB, Jumat, 6 Maret 2020.

Menurut Misbach, DPP hanya mengundur jadwal Musda saja, tidak ada kaitannya dengan kepengurusan Suhaili. Kepengurusan DPD I Golkar NTB akan berakhir setelah selesai Musda yang akan melahirkan Ketua Baru. Menurutnya, disanalah otomatis kepengurusan DPD I Golkar akan demisioner.

“Ini kan DPP tetap memerintahkan kepengurusan Pak Suhaili yang menggelar Musda. Ini hanya soal penundaan pelaksanaan Musda saja dan dengan surat DPP yang sudah kami terima hari ini, semua sudah jelas,” katanya.

Surat DPP Golkar kepada DPD Golkar NTB tertanggal 5 Maret itu menerangkan bahwa untuk menindaklanjuti Surat DPD Golkar NTB, Nomor :720/Golkar-NTB/II/2020 dan surat DPP Golkar nomor : B-61/Golkar/II/2020 tanggal 29 Februari. Maka dengan ini DPP Golkar menetapkan perubahan jadwal Musda Golkar NTB yang semula ditetapkan tanggal 4-5 Maret, diubah menjadi tanggal 15 Maret 2020.

“Jadi Musda kita tetap tanggal 15  Maret ini, Insya Allah tidak ada lagi penundaan, dan kita sudah siap,” katanya. (ndi)