Murid SDN 1 Bengkel Numpang Belajar di Sekolah Lain

Pembangunan proyek SDN 1 Bengkel belum tuntas dikerjakan, sehingga mengganggu proses belajar. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Proyek pembangunan revitalisasi gedung SDN 1 Bengkel Kecamatan Labuapi senilai Rp1,6 miliar belum selesai dikerjakan. Pengerjaan plafon dan finishing belum tuntas, sehingga gedung ini belum bisa ditempati secara maksimal untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).  Sebagian murid pun terpaksa numpang di sekolah lain.

Pantauan Suara NTB akhir pekan kemarin, pihak sekolah mensiasati dengan mengatur jam masuk murid khusus kelas I dan II, V serta VI , jam masuk sekolah diatur pagi-sore karena belum semua gedung bisa ditempati untuk belajar.

Iklan

Bangunan SDN 1 Bengkel yang berlokasi di pinggir jalan besar ini dibangun dua gedung dengan dua lantai. Proyek yang dikerjakan tahun lalu ini molor dari kontrak yang seharusnya. Kondisi areal sekolah masih berantakan, karena masih ada material berserakan. Di gedung pun masih terpasang bambu yang dipakai oleh tukang untuk bekerja.

Pada gedung (lantai 1), ruangan kelas tampak terisi mebeler dan papan tulis. Namun belum beraturan, karena kemungkinan belum dipakai maksimal untuk belajar.  Kondisi ruangan kelas pun tak beres, karena ada jaringan listrik yang belum dipasang bagus. Tembok terlihat dirusak untuk memasang jaringan listrik.  Kondisi mebeler (meja dan kursi) pun belum sepenuhnya diganti dengan yang baru, karena masih banyak menggunakan mebeler lama.

Di lantai 2, dari dua gedung yang dibangun baru satu yang tengah dipasang plafon, sedangkan satu gedung pada lantai 2 belum dipasang. Di semua ruangan jelas di lantai 2 ini pun masih berantakan material berupa rangka besi akibat dibiarkan begitu saja. Pembatas antarkelas menggunakan semacam rolling door. Pada bagian belakang gedung, masih terpasang bambu. Tembok  belum diselesaikan, sehingga terlihat berantakan.

Kepala SDN 1 Bengkel, Sukirman mengakui pengerjaan proyek sekolah belum selesai dibangun, karena belum tuntas plafon dan finishing-nya. “Tinggal sapu lantai (plafon) dan finishing belum,” jelasnya.

Ditargetkan sekitar sepekan pengerjaan proyek ini selesai sehingga bisa ditempati maksimal.  Sebab diakui akibat kondisi ini belum maksimal ditempati oleh murid untuk belajar, sehingga pihak sekolah mengatur jadwal masuk sekolah. (her)