Mulai Produksi Massal, Kemenkes Pesan 100 Ribu Alat “Rapid Test” Buatan NTB

Gubernur NTB, H.Zulkieflimansyah menerima Kepala Laboratorium Hepatika Bumi Gora, Mulyanto dan rombongan di ruang kerjanya, Senin, 3 Agustus 2020. (Suara NTB/humassetdantb)

Mataram (Suara NTB) – Alat rapid test buatan NTB, RI-GHA sudah mulai diproduksi massal. Alat rapid test buatan Laboratorium Hepatika Bumi Gora Mataram ini sudah dipesan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebanyak 100 ribu. Secara keseluruhan untuk bulan Agustus dan September, alat rapid test produk NTB ini sudah dipesan sebanyak 200 ribu.

‘’Sekarang sudah dimulai produksi massal. Dari Kementerian Kesehatan pesan 100 ribu. Dari yang lain-lain juga sekitar 100 ribuan yang masuk pesanan. Paling ndak sekitar 200 ribu (produksi) tahap pertama, Agustus – September,’’ ujar Kepala Laboratorium Hepatika Bumi Gora Prof Dr. dr. Mulyanto dikonfirmasi usai bertemu Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc di ruang kerjanya, Senin, 3 Agustus 2020 siang kemarin.

Iklan

Mulyanto menyebutkan, dalam satu bulan pihaknya mampu memproduksi 100 ribu alat rapid test. Dengan semakin lancarnya pengiriman bahan-bahan yang digunakan seperti reagen, produksi alat rapid test dengan harga murah tersebut juga semakin lancar.

Alat rapid test ini dijual seharga Rp75 ribu. Sedangkan alat rapid test buatan lainnya harganya mencapai ratusan ribu. Tingkat akurasi alat rapid test buatan NTB ini, kata Mulyanto mencapai 80 – 90 persen.

Ia mengatakan, Laboratorium Hepatika Bumi Gora Mataram bukan hanya mampu memproduksi alat rapid test. Tetapi,laboratorium yang diresmikan Presiden Soeharto pada tahun 1987 ini juga sudah mampu memproduksi alat untuk mendeteksi penyakit malaria, alat tes HIV, hepatitis B dan C, alat tes kehamilan dan lainnya.

Penamaan rapid test RI- GHA ini, merupakan kepanjangan dari Republik Indonesia-Gadjah Mada, Hepatika Mataram-Airlangga. Pembuatan alat rapid test ini merupakan proyek nasional di bawah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Pada proses pembuatannya, Hepatika mendapatkan dukungan penuh dari Fakultas Kedokteran Unram dan melibatkan banyak tim peneliti dari Unram. Selain itu, RS Unram menyediakan sampel pasien postif Covid-19 untuk dites sehingga mempermudah pengujian alat RI-GHA Covid-19.

Khusus untuk produk RI-GHA ini sudah dilakukan uji validasi skala lab. Dengan hasil sensitivitas (akurasi untuk hasil reaktif) untuk IgM. 96,8 persen. Untuk IgG 74 persen. Melalui pengujian pada 40 serum pasien yang positif dari Balitbangkes.

Keseriusan Pemprov  mengembangkan industrialisasi lokal tidak bisa diragukan lagi. Setelah memberdayakan motor listrik, sepeda listrik, dan berbagai produk UMKM lokal lainnya, kini industrialisasi NTB merambah ke bidang kesehatan. Pada 17 Agustus mendatang, NTB akan me-launching produk rapid test  buatan lokal yang siap diproduksi secara massal. Sebanyak 200 ribu alat rapid test siap diluncurkan pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc menerima kunjungan Kepala Laboratorium Hepatika Bumi Gora Prof Dr. Mulyanto terkait pengenalan Rapid Test RI-GHA  yang diproduksi  laboratorium tersebut  di Ruang Kerja Gubernur, Senin, 3 Agustus 2020. Laboratorium Hepatika Bumi Gora yang telah berdiri sejak 1984 yang lalu inilah yang telah menciptakan dan memproduksi alat rapid test tersebut.

Sebelumnya, alat rapid test buatan NTB ini telah diluncurkan secara nasional oleh Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Kantor Kemenko PMK, Kamis, 9 Juli 2020.

Gubernur mendukung penuh dan merasa bangga dengan inovasi yang dikembangkan oleh Laboratorium Hepatika Bumi Gora ini. Ia mengatakan, saatnya NTB untuk mengembangkan industrialisasi di bidang kesehatan. Namun, hal ini bukan sekadar aji mumpung karena program unggulan industrialisasi Pemprov NTB saja. Melainkan karena memang NTB telah lama menyimpan potensi ini.

‘’Kita akan kembangkan industrialisasi di bidang kesehatan. Ini bukan bukan produk abal-abal, tapi karena sejarah pengembangannya sudah dari dulu. Tinggal gaungnya saja dikencangkan,’’  kata gubernur.

Laboratorium Hepatika Bumi Gora, Mataram sendiri telah berdiri sejak tahun 1984 yang lalu. Dengan pengalaman selama 36 tahun dan memiliki Profesor ternama salah satunya Prof Dr. Dpdr.Mulyanto, laboratorium ini telah mengeluarkan berbagai inovasi yang terkenal secara nasional. Seperti penemu pendeteksi murah hepatitis, tes malaria, tes flu burung, tes virus kanker tenggorokan, hingga tes kehamilan.

‘’Walaupun tempat kita terpencil tapi kita memiliki banyak potensi. Ini harus kita dukung penuh,’’ ujar Dr. Zul.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Pengarsipan NTB,  Kepala Dinas Perdagangan dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here