Mulai Pembibitan, Penerima Program KRPL Berharap Tingkatkan Gizi dan Pendapatan

Dompu (Suara NTB) – Kelompok penerima program kawasan rumah pangan lestari (KRPL) mulai melakukan pembibitan sebelum dibagikan ke anggota kelompok dan sekolah di sekitar. Program ini tidak hanya menambah gizi keluarga anggota kelompok, tapi juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan untuk uang belanja.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, Drs Burhanuddin melalui kepala bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Kabupaten Dompu, Muhammd Fagih, S.Pt kepada Suara NTB di kantornya, Rabu, 23 Mei 2018 mengungkapkan, program KRPL yang didanai pusat melalui anggaran Dekon sudah dicairkan ke kelompok penerima dan saat ini sedang dilakukan proses pembibitan di kebun kelompok.

Iklan

“Setelah bibit siap, nanti akan dibagikan ke anggota kelompok untuk dibudidaya di rumah masing – masing,” katanya.

Sesuai target KRPL tahun 2018, kata Fagih, dikhususkan pada Desa yang terdapat kasus stuntingnya dan daerahnya langsung ditetapkan pemerintah pusat. Hanya saja, penentuan kelompok di Desa tersebut oleh Kabupaten. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan gizi keluarga dan menganekaragamkan konsumsi pangan masyarakat.

 

Kepala bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Kabupaten Dompu, Muhammd Fagih, S.Pt.

Masing – masing kelompok, kata Fagih dialokasikan anggaran sebesar Rp.50 juta dan setiap kelompok beranggotakan 30 orang. Kegiatannya untuk pembuatann kebun bibit, demplot atau kebun contoh, pemanfaatan pekarangan anggota, pemanfaatan kebun sekolah yang dekat dengan lokasi kelompok, dan pengolahan hasil untuk pangan lokal.

Yeni Marlina, S.Pd ketua Kelompok Usaha Bersama Dusun Woro Utara Desa Bakajaya Kecamatan Woja mengungkapkan, proses pembibitan dilakukan pihaknya sejak anggarannya cair dan saat ini masih dalam tahap pembibitan. Bibit yang sudah besar, pihaknya langsung bagikan ke anggota kelompok. “Kebetulan lahan (kebun bibit kelompok) ndak besar. Makanya kita langsung bagikan ke anggota untuk bibit yang sudah besar,” katanya.

Bibit yang dibudidaya berupa cabe biasa, cabe keriting, tomat, sawi, kangkung, kancang panjang, bayam, terong lalap, terong panjang, dan daun seledri. Sayur – sayur ini nantinya tidak hannya dikonsumsi sendiri oleh keluarga anggota kelompok, tapi juga akan dijual ke pasar. “Hasil penjualannya, kita kembangkan untuk bibit yang lain,” kata Yeni.

Untuk sekolah yang akan bermitra dengan pihaknya dalam program KRPL ini, kata Yeni, SDN 25 Woja. Hanya saja, pihak sekolah belum berkoordinasi dengan pihaknya dan akan ada alokasi khusus untuk sekolah. “Ini (bibit) khusus untuk anggota kelompok,” jelasnya. (ula/*)