MUI NTB Tegaskan Aksi Teror Bukan Jihad

Saiful Muslim. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi NTB Prof Saiful Muslim menyesalkan aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Aksi teror bukan jihad. Kelompok radikal ini mengemas aksi kekerasannya dengan kedok yang sama sekali tidak ada dasarnya.

“Jihad bukan seperti itu. Islam tidak mengajarkan itu. Jihad itu artinya bersungguh-sungguh. Bukan membunuh orang yang tidak punya kesalahan,” ujarnya, Senin, 29 Maret 2021.

Iklan

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi NTB ini juga menekankan, kelompok radikal tidak memiliki tempat untuk berkembang. Setiap kegiatannya tidak mencerminkan pemahaman agama yang utuh. “Kapan saja, di mana saja, oleh siapa saja, apapun agamanya kita kutuk tindakan seperti itu,” jelasnya.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2018 lalu sudah memutuskan dilarangnya aktivitas organisasi JAD. Implikasinya orang yang terdaftar dan bergabung dengan organisasi itu dapat dipidanakan sesuai UU RI No5/2018 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme.

“Saya sangat mendukung pelarangan itu. Dimana-mana itu mereka punya kegiatan seperti itu, merugikan masyarakat,” ucapnya.

Saiful menekankan pentingnya pendidikan agama yang dimulai dari keluarga. Demikian juga dukungan perlindungan dari lingkungan dan warga sekitar.

“Saya harap masyarakat menjaga diri, menjaga kluarga, menjaga anak kita jangan sampai terpapar. Masa’ orang ajak jihad tiba-tiba ada surga di depan matanya karena membunuh diri. Itu kan sangat tidak benar,” terangnya.

MUI pun mendukung upaya deradikalisasi melalui program Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. Yang di daerah turunannya Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme. “Kita harus berikan penyadaran,” tandas Saiful. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional