MUI: Masih Banyak UMKM Pakai ‘Halal Sablon’

Mataram (suarantb.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, Prof. H. Syaiful Muslim menyatakan masih banyak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di NTB yang menggunakan logo ‘halal sablon’ pada produknya. Halal sablon ini dimaksudnya berupa logo halal yang dicetak sendiri pada kemasan produk, dengan bantuan pencetak sablon.

“Itu saya sebut halal sablon, karena yang buat tukang sablon. Yang buat kemasan itu kan pesan, sekalian ditulis halalnya di situ. Ada yang dijamin halal, 100 persen halal, itu kan perilakunya tukang sablon itu,” ujarnya ditemui Jumat, 4 Agustus 2017.

Iklan

Penggunaan logo halal sablon ini disebutnya sebagai salah satu tindakan membohongi masyarakat. Sebab, tidak ada jaminan halal seperti produk yang benar-benar telah mendapatkan serifikasi halal dari MUI.

“Nanti kalau ada yang mabuk, sakit karena makan makanan yang tulis halal sendiri itu siapa yang tanggung jawab? Kami tidak ikut tanggung jawab walaupun itu ada tulisan halal, karena halal kami beda,” sahutnya.

Dijelaskannya, ada berbagai alasan hingga masyarakat enggan mendaftarkan produknya untuk mendapatkan sertifikat halal MUI. Ada tiga hal yang menjadi alasan utama menurut Syaiful, yaitu masyarakat cepat puas dengan produk yang dihasilkannya, tanpa ingin melakukan pengembangan lebih lanjut.

Kedua, tahapan yang cukup banyak membuat mereka enggan untuk mengajukan sertifikasi halal. “Ketiga, masyarakat kita sangat sederhana, mereka mikir saya sudah pakai kerudung agama saya Islam dan dagangan saya dibeli. Jadinya dianggap ndak perlu,” tuturnya.

Padahal, pemberian label halal ini penting bagi produk UMKM untuk bisa mendapatkan pengakuan pasar. Selain itu, pemerintah daerah Provinsi NTB sejak 2016 telah mengalokasikan subsidi untuk biaya sertifikat halal yang diajukan pelaku UMKM. Jadi, masyarakat NTB justru diuntungkan dengan memanfaatkan kesempatan ini.

Dietahui, sejak 2012 sampai 2017 jumlah sertifikat halal yang dikeluarkan MUI NTB sebanyak 1.652, yang terdiri atas 1.1.41 sertifikat untuk UMKM, katering 286, restauran non hotel 183 dan restauran hotel 142 sertifikat halal. (ros)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional