Mudik Dilarang, Penumpang Pesawat Turun Drastis

Calon penumpang di BIZAM harus melalui pemeriksaan ketat sebelum diberangkatkan. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Setelah kebijakan larangan mudik diberlakukan oleh pemerintah pusat, jumlah penumpang pesawat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) turun drastis, hanya tersisa sekitar 5 persen dari jumlah penumpang di hari normal. Begitu pula untuk jumlah penerbangan, terhitung sejak kebijakan larang mudik diberlakukan mulai tanggal 6 Mei, per harinya hanya ada satu penerbangan baik untuk kedatangan maupun keberangkatan.

Stakeholder Relationship Manager PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA), Arif Hariyanto, kepada Suara NTB, Senin, 10 Mei 2021, mengatakan, selama tiga hari terakhir hingga Sabtu, 8 Mei 2021, total penumpang pesawat di BIZAM hanya 372 orang. Dengan rincian 202 penumpang tiba serta sisanya sebanyak 170 penumpang berangkat.

Iklan

Bahkan pada Sabtu, 8 Mei 2021, tidak ada penumpang yang tiba sama sekali. Hanya pesawat pembawa kargo saja yang tiba. Ketatnya persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon penumpang membuat tidak sembarangan orang yang bisa mendapat layanan transportasi. Hanya penumpang dengan tujuan khusus saja.

“Kondisi ini (penurunan penumpang) bisa kita maklumi, karena memang selama kebijakan larang mudik berlangsung, persyaratan bagi calon penumpang pesawat sangat ketat. Belum lagi, calon penumpang harus melalui proses pemeriksaan berlapis. Sehingga memang yang bisa berangkat yang benar-benar memenuhi persyaratan yang ditentukan,” tegasnya.

Pun demikian, kondisi tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Karena kalau pada tahun lalu, jumlah penumpang pada periode yang sama tidak ada sama sekali. Karena waktu itu, penerbangan ditutup. Hanya untuk pengangkutan logistik serta kargo saja.

 

“Kalau tahun ini penerbangan bagi penumpang umum dengan tujuan khusus masih diperbolehkan. Jadi masih ada penumpang. Tapi kalau tahun lalu nol sama sekali untuk penumpang. Karena memang penerbangan untuk penumpang ditutup,” tandas Arif.

Disinggung apakah ada pemudik ditemukan mencoba mudik menggunakan pesawat, Arif menegaskan sejauh ini belum ada. Hal itu diakuinya dirasa agak sulit, mengingat syarat untuk menjadi penumpang pesawat yang ketat serta proses pemeriksaan yang berlapis. Tidak hanya di bandara asal, begitu sampai di bandara tujuan penumpang pesawat tersebut tetap harus menjalani pemeriksaan ketat dan berlapis.

“Kita pun di BIZAM itu memberlakukan pemeriksaan ketat terhadap calon penumpang maupun penumpang yang baru datang. Itu dilakukan untuk memastikan tidak ada pemudik yang lolos menggunakan pesawat untuk mudik,” pungkasnya. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional