Mucikari Hotel Melati Ditangkap

0
Joko Tamtomo. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Seorang germo alias mucikari, As (27) ditangkap. Pria ini diduga menjembatani prostitusi hotel melati. Dia mendapat keuntungan Rp50 ribu sampai Rp150 ribu dari setiap transaksi.

“Yang kita proses (hukum) ini mucikarinya,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Joko Tamtomo dikonfirmasi Senin, 30 Maret 2020.

IKLAN

As sehari-hari mangkal di sebuah hotel di Jalan Kebudayaan, Cakranegara Barat, Cakranegara, Mataram. Tersangka diduga menawarkan jasa prostitusi. Korbannya, wanita yang masih berusia 19 tahun.

Tersangka, warga Bertais, Sandubaya, Mataram ini tidak menerima transaksi di tempat. Melainkan hanya lewat telepon. Tidak ada pertemuan antara As dengan calon pelanggan. Yang ada hanya setoran bayaran.

“Setelah deal, korban diantar pelaku ke hotel yang diminta pelanggannya. Ini sudah jadi mata pencahariannya,” kata Joko mengurai seutas hasil interogasi.

Tersangka As berperan mencarikan pelanggan. Saat mengantar korban itulah nasib As berakhir di penjara. As ditangkap dengan barang bukti uang tunai Rp250 ribu yang diduga keuntungan dari hasil menjual korban.

Sementara di kamar hotel, korban ditemukan baru selesai melayani pelanggan yang tidak dikenalnya. Kain sprei kasur pun masih basah dengan lendir. Selanjutnya itu disita sebagai barang bukti, ditambah dengan ponsel, dan uang tunai serta motor pretelan.

“Dari hasil interogasi, pelaku mendapat keuntungan kadang Rp50 ribu, sampai Rp150 ribu dari setiap transaksi penjualan korban. Korbannya ini mau diajak pelaku karena keadaan ekonomi,” terang Joko.

Tersangka As dijerat dengan pasal 2 ayat (1) UU RI No21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau Pasal 506 juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (why)