MTQ Tingkat Provinsi 2019, Lobar Gagal Pertahankan Juara Umum

Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah didampingi Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menyerahkan piala juara umum kepada kafilah Kota Bima pada penutupan MTQ Tingkat Provinsi NTB di Kantor Bupati Lobar, Rabu,  9 Oktober 2019 malam. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke – 28 Tingkat Provinsi NTB Tahun 2019 di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) telah berakhir dan ditutup resmi Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, MPd., didampingi Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dan Wabup Lobar Hj. Sumiatun serta para kepala daerah lainnya.

Dalam perhelatan dua tahunan ini, Lombok Barat sebagai tuan rumah kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVIII tingkat Provinsi gagal mempertahankan juara umum yang diraih pada ajang MTQ tingkat provinsi dua tahun lalu.  Kegagalan itu menyusul hasil kurang memuaskan diperoleh kafilah Lobar, sehingga posisi daerah bermotto Patut Patuh Patju ini melorot ke ke dua peringkat ke posisi tiga. Kota Bima berhasil menjadi juara umum disusul Lombok Timur di posisi kedua.

Dewan Juri  yang diketuai H. Ramli Ahmad M.Ap., mengumumkan, Kota Bima sebagai juara umum dengan nilai 67. Disusul dengan juara kedua Kabupaten Lombok Timur dengan nilai 64  dan juara ketiga tuan rumah Lombok Barat dengan nilai 63. Lombok Barat yang menjadi juara umum pada MTQ ke 27 dua tahun lalu di Kabupaten Bima tergeser oleh oleh Kota Bima dan Lombok Timur.

Sementara juara ke empat diraih Kota Mataram dan Kabupaten Bima. Juara kelima diraih Kabupaten Lombok Tengah, Juara ke enam diraih oleh Sumbawa, Juara ketujuh Kabupaten Dompu, Juara ke delapan Lombok Utara dan juara ke sembilan Kabupaten Sumbawa Barat.

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dalam sambutannya berterima kasih dan penghargaan kepada Pemprov NTB yang telah menetapkan Lobar sebagai lokasi MTQ ke – 28. Kemudian kepada seluruh panitia penyelenggara dan semua pihak yang telah berpartisipasi dengan tulus ikhlas langsung dan tidak langsung memberi dukungan sehingga MTQ sukses.

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada pihak Dewan Hakam yang tidak kenal lelah telah dengan objektif memberikan penilaian kepada peserta MTQ. Dikatakan, Lombok Barat berharap dapat kembali menjadi juara umum. “Namun bila nanti setelah diumumkan Lombok Barat tidak menjadi juara umum, maka siap merebut kembali juara umum pada MTQ dua tahun mendatang,” kata dia.

Kepedulian Bupati Lombok Barat terhadap peserta yang telah berjuang mengharumkan nama daerah melaui MTQ mengusulkan kepada Gubernur, Bupati dan Walikota untuk menandatangani petisi kepada pemerintah pusat. Isi petisi yang diusulkan adalah  kalau atlet juara nasional dijadikan sebagai Pegawai Negeri Sipil, maka diusulkan pemenang Juara Nasional MTQ dijadikan sebagai Pegawai Negeri Sipil dan Pemenang Juara di Tingkat Daerah dijadikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).“menandatangani petisi untuk kita usulkan kepada pemerintah pusat.

Sementera Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah meminta pemenang yang nanti akan mewakili NTB di tingkat nasional mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Sitti Rohmi juga mengharapkan selain  menghasilkan juara-juara yang terpenting adalah  bagaimana membumikan Alquran di bumi NTB. “Semoga Alquran semakin membumi di Nusa Tenggara Barat,” harapnya.  (her)