MTQ Tingkat Nasional, Loteng Tuan Rumah Dua Mata Lomba

Praya (Suara NTB) – Sebagai penyelenggara bersama Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional tahun 2016, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bakal kebagian menggelar satu cabang utama, yakni cabang tilawah dengan dua mata lomba. Masing-masing tilawah golongan anak dan remaja.

“Jadi khusus untuk cabang tilawah, dua mata lomba digelar di Loteng, yakni untuk golongan anak dan remaja. Sementara untuk golongan dewasa digelar di Kota Mataram,” jelas Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Loteng, Drs. H.M. Nasri Anggara, kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa  12 Juli 2016.

Iklan

Ia menjelaskan, pelaksanaan semua mata lomba akan dilaksanakan sejak pagi hingga sore hari dan tidak ada yang digelar pada malam hari. Untuk persiapan gelaran MTQ pihaknya terus melakukan pembenahan bersama-sama dengan Pemkab Loteng, terutama area lomba yang akan dipusatkan di Masjid Agung Loteng. Pihaknya juga mempersiapkan personel pendukung lainnya. “Kita di Kemenag Loteng sendiri kebagian tugas untuk mempersiapkan personel untuk keperluan hakim,” terangnya.

Untuk proses penilaian selama MTQ, lanjutnya, akan menggunakan sistem elektronik. Di mana hasil penilaian akan langsung masuk dalam data elektronik kepanitiaan, sehingga potensi atau peluang munculnya kecurangan maupun permainan nilai bisa diminimalisir.

Mengingat gelatan MTQ kali ini sangat bernilai strategis bagi daerah, bukan hanya Loteng tapi juga NTB, maka dukungan dari seluruh elemen masyarakat di daerah ini sangat diharapkan, sehingga gelaran MTQ tingkat nasional bisa berlangsung aman dan lancar serta kesan baik tercipta bagi daerah di mata masyarakat luar.

Guna menamha kesemarakan gelaran MTQ tingkat nasional tahun, pihaknya berencana akan menggelar pawai taaruf yang akan diikuti seluruh elemen pemerintahan yang ada di daerah ini agar masyarakat bisa tahu kalau ada event nasional yang sedang digelar di daerah ini.

“Ini yang sedang kita konsep. Walaupun di tingkat provinsi nanti akan ada pawai taaruf, di kabupaten kenapa tidak pawai taaruf juga kita gelar. Supaya syiarnya benar-benar maksimal,” pungkas Nasri. (kir)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here