MTQ Diyakini Dongkrak Ekonomi NTB

Mataram (suarantb.com) – Event nasional MTQN ke-26 yang dilaksanakan di NTB baru baru ini diyakini berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat NTB. Sayangnya, saat ini pertumbuhan ekonomi kita masih disangga oleh konsumsi masyarakat, dan belum didominasi oleh investasi.

Demikian disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Prijono, dalam diskusi yang digelar serangkaian dengan peluncuran Mingguan Ekbis NTB, di Hotel Golden Palace, Mataram, Kamis, 11 Agustus 2016. Diskusi tersebut bertema “Ekonomi NTB dan Kekuatan Bersama”.

Iklan

Prijono memperkirakan, kegiatan MTQ Nasional ke-26 di NTB baru-baru ini akan berdampak kepada Produk Domestik Regional Bruto (PDB) triwulan ketiga.

“Impact event event nasional kepada PDB atau PRDB seperti apa? Nanti kita lihat. Karena data triwulan ketiga, belum meng-cover data-data tersebut karena MTQ dilakukan pada bulan Agustus. Meskipun sebagian pengeluaran anggaran itu akan dihitung dalam PDB dan PDRB triwulan ketiga,” jelasnya.

Prijono menjelaskan, karakter pertumbuhan ekonomi di NTB masih disangga oleh konsumsi masyarakat di bidang makanan dan bukan pada investasi. Padahal, idealnya, pertumbuhan ekonomi disangga oleh investasi masyarakat.

“Jika kita menginginkan pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek maka konsumsi masyarakat yang harus kita tekan, namun jika dalam jangka panjang maka investasi yang kita butuhkan, tentunya diikuti dengan SDM yang memadai,” ungkapnya.

Ia menganalisis percepatan ekonomi pada saat event MTQ. Ada beberapa hal yang menurut Prijono menjadi aspek yang penting. Salah satunya, MTQ harus meningkatkan daya beli untuk memetakan konsumsi.

Dengan digelarnya MTQ baru-baru ini, Prijono menilai banyak hal yang didapat NTB. Diantaranya pendapatan dan lapangan kerja masyarakat meningkat.

“Meningkatkan daya beli untuk memetakan konsumsi, nah itu terkait dengan banyak hal. Bagaimana kemudian orang mendapatkan pendapatannya meningkat dan seterusnya, lapangan kerja dan seterusnya itu semua harus diciptakan,” ungkap Prijono.

Hal penting yang lain, menurut Prijono, hal yang perlu dilakukan pada event nasional seperti MTQ adalah menjaga harga barang tidak naik.

“(Jika) harga naik maka daya beli masyarakat akan tergerus. Jika daya belinya tergerus maka pengeluarannya itu tidak sebagus saat harga-harga tidak naik. Berarti apa nanti konsumsi bisa menurun. Dan sekarang bagaimana meningkatkan daya beli dan bagaimana menekan harga secara umum,” ujarnya.

“Meningkatkan daya beli, kita mengusahakan pertumbuhan ekonomi tidak pada konsumsi, karena harus investasi. Dan itu harus berkelanjutan,” tegasnya. (ism)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here