MoU dengan Investor Korsel Berakhir, Mega Proyek Global Hub Kayangan Ditawarkan ke Investor Tiongkok

H.Mohammad Rum (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Perkembangan mega proyek Global Hub atau Bandar Kayangan Lombok Utara masih stagnan, belum ada pergerakan sejak bencana gempa 2018 dan pandemi Covid-19 yang melanda dunia 2020 lalu. Sementara Memorandum of Understanding (MoU) yang pernah ditandatangani dengan PT. Sungdong Industry Group, investor asal Korea di Jakarta, 4 Agustus 2019, kini sudah berakhir.

Pemprov NTB melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mengaku telah menawarkan mega proyek Global Hub Kayangan ke investor asal Tiongkok. ‘’Sudah kita tawarkan ke investor dari Tiongkok. Kita sudah kirim suratnya untuk mereka datang dan kasih data. Tapi sampai sekarang terbentur sama pandemi,’’ ujar Kepala DPMPTSP NTB, Ir. Muhammad Rum, M.T., dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 8 September 2021.

Iklan

Rum mengatakan, Global Hub Kayangan sampai saat ini terus dipromosikan kepada investor. Dikatakan, Global Hub Kayangan merupakan proyek prestisius.

Investasi yang dibutuhkan di Global Hub Kayangan sekitar Rp350 triliun. Nilainya hampir 10 – 15 persen dari APBN. ‘’Tentunya, investor  yang masuk ke sana perhitungannya matang. Karena ada yang dulu mau masuk, ternyata ndak punya duit juga,’’ katanya.

Salah satu cara menarik investor agar lebih tertarik masuk ke mega proyek Global Hub Kayangan adalah Pemerintah membebaskan lahannya. Sehingga investor tinggal melakukan konstruksi.

‘’Cuma, pembebasan lahan di Global Hub tidak murah. Butuh Rp3,5 triliun, atau separuh dari APBD kita,’’ sebutnya.

Berbicara mengenai daya tarik Global Hub Kayangan, kata Rum, sangat luar biasa. Pemda juga sudah menawarkan kemudahan berinvestasi dengan perizinan yang cepat, kemudahan pajak dan kemudahan berusaha.

Mengenai MoU yang pernah ditandatangani dengan investor asal Korea Selatan (Kosel), PT. Sungdong Industry Group pada 2019 lalu, otomatis kata Rum sudah berakhir. “MoU berakhir dengan sendirinya. Karena memang nggak ada uangnya,” ucapnya.

Pemerintah Pusat telah menetapkan Global Hub atau Bandar Kayangan di Lombok Utara  terakomodir di dalam RPJMN 2020 – 2024. Dengan masuk dalam Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 maka proyek pembangunan Bandar Kayangan menjadi prioritas nasional.

Dalam Perpres No. 18 Tahun 2020, dikatakan bahwa pengembangan kawasan Bandar Kayangan sebagai pusat pertumbuhan baru dengan bertumpu pada skema investasi swasta. Pengembangan Bandar Kayangan murni lewat skema investasi swasta. Pengembangan Bandar Kayangan akan dilakukan pada lahan seluas 7.000 hektare.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc, Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) masih dijabat Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, PT. Diamar Mitra Kayangan pada 4 Agustus 2019 telah  menandatangani MoU dengan PT. Sungdong Industry Group. Pada waktu itu, investor asal Korea Selatan ini akan menggelontorkan investasi sebesar 1 miliar dolar Amerika untuk membangun industri kapal di Bandar Kayangan.

Kesepakatan bersama tersebut untuk membangun dan mengoperasionalkan kompleks pembuatan kapal di  Bandar Kayangan KLU. MoU tersebut ditandatangani antara Pemprov NTB, Pemda KLU dan PT. Diamar Mitra Kayangan dengan PT. Sungdong Industry Group.

PT. Sungdong Industry Group merupakan sebuah perusahaan yang terdaftar di Republik Indonesia yang memiliki kantor terdaftar di lantai 28, Menara Kantor Ciputra, Kompleks Dunia Ciputra, Jl Pf. Satrio Kav. 3-1 Jakarta. Sedangkan PT. Diamar Mitra Kayangan merupakan perusahaan yang ditunjuk untuk mengembangkan kota baru yaitu Bandar Kayangan KLU sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017.

Dalam PP tersebut, Bandar Kayangan KLU ditetapkan  sebagai daerah penggerak utama nasional atau kawasan andalan nasional. Terdiri dari pelabuhan hub internasional, kompleks industri, komersial, sosial, dan daerah perumahan. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional