MotoGP Ditunda, Ada Waktu Mempersiapkan Kawasan Industri

M. Firmansyah. (Suara NTB/dok)

AJANG MotoGP yang semula dijadwalkan digelar tahun 2021 diundur  menjadi Maret 2022. Dengan mundurnya beberapa bulan dari rencana awal, menurut Dr. M Firmansyah, Dosen FEB Universitas Mataram (Unram) menjadi jalan bagi pemerintah daerah untuk mempertajam perencanaan pemanfaatan event dunia itu.

Menurut Firmansyah, setiap investasi yang masuk daerah selalu ada manfaat yang diperoleh daerah, yaitu manfaat langsung dan tidak langsung. Manfaat langsung itu ranahnya perusahaan (ITDC/selaku pengelola KEK Mandalika) sejauh mana mengambil unsur lokal dalam operasional perusahaan. Sedangkan manfaat tidak langsung itu ranahnya Pemda dalam memanfaatkan perputaran uang akibat investasi dan juga memanfaatkan adanya nama besar investasi tersebut. Dalam hal ini nama besar sekaligus pasar MotoGP.

Iklan

Agar skalanya lebih luas,  menurut pandangan Dr. Firmansyah, perlu dipikirkan tidak sekadar produk atau komoditas. Namun dalam bentuk kawasan. Menyiapkan SDM, produk untuk kebutuhan MotoGP adalah baik, namun yang tak kalah penting perlu juga disiapkan satu dua kawasan industri. Apakah kawasan industri pengolahan (industri kecil), kawasan perdagangan atau kawasan industri wisata yang berstandar dengan memanfaatkan nama MotoGP.

‘’Bila kawasan, tentu skala manfaatnya akan luas dan sistemik. Jadi menurut saya bentuk pengaruh tidak langsung dari MotoGP adalah lahirnya kawasan industri atau perdagangan besar di NTB ini,’’ sarannya. Tidak mudah memang, terutama terkait aspek kelembagaannya. Namun perlu dipertimbangkan. NTB punya beberapa kawasan untuk dikembangkan dalam RPJMD.

Namun yang dilihat hanya kawasan Mandalika yang sudah punya sistem kluster walaupun beberapa sub kluster belum sepenuhnya jalan karena pasar atau kunjungan yang terbatas.

Kawasan seperti Samota La Sokasa belum terlembaga dan dibentuk menjadi kawasan kluster ekonomi. Ini jadi tantangan ke depan. “Oleh karena itu, waktu beberapa bulan atau bebrapa tahun ini diharapkan kita fokus untuk pembenahan kawasan. Satu dua kawasan namun yang punya daya ungkit ekonomi ke masyarakat mungkin itu yang diprioritaskan,” imbuhnya.

Semoga manfaat dari MotoGP ini lebih riil ke masyarakat. Bila manfaat tidak langsung kurang dirasa karena berbagai alasan, maka manfaat tidak langsung jadi fokus perhatian.(bul)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional