Mori Ingin Kue Pembangunan Dirasakan Bersama

Dompu (Suara NTB) – Calon Wakil Gubernur NTB nomor urut 2, H. Mori Hanafi, SE, M.Comm menegaskan bahwa ketimpangan dalam distribusi kemakmuran masih menjadi pekerjaan rumah bagi banyak daerah di NTB. Penilaian itu disampaikan Mori Hanafi saat menggelar blusukan di Kecamatan Pajo, Minggu, 22 April 2018.

Blusukan ini disambut masyarakat Desa Woko, Desa Temba Lae, Desa Ranggo, Desa Lune, Desa Jambu, dan Desa Lepadi. Blusukan kali ini pun di setiap desanya disambut dengan ratusan pendukung paslon yang didukung oleh 9 partai politik ini.

Iklan

Kegiatan kampanye ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat berpengaruh, serta tokoh pemuda Kecamatan Pajo lainnya.

Pada pidato politiknya, Mori menyampaikan beberapa hal yang terjadi di Dompu. Mori menyayangkan pembangunan di Dompu sangatlah minim dan tidak dirasakan oleh masyarakat yang dibuktikan dari angka kemiskinan yang masih cukup tinggi. Begitu juga dengan angka kesenjangan sosial yang dirasakan oleh masyarakat.

“Masalah pembangunan itu adalah prioritas. Jika kami terpilih, dengan janji kerja yang berpihak kepada masyarakat, Inshaa Allah permasalahan yang ada kita bisa selesaikan bersama,” ujar Mori Hanafi yang merupakan salah satu mantan Pimpinan DPRD Provinsi NTB.

Sejumlah masyarakat hadir pada saat Mori blusukan sangat antusias dengan rencana Ahyar-Mori dalam membangun wilayah Dompu, khususnya Kecamatan Pajo. Mereka berharap, Ahyar-Mori dapat memenangkan Pilgub NTB 2018, sehingga kesenjangan sosial yang mereka rasakan selama ini di Dompu ini bisa segera menemukan solusinya.

Dalam sejumlah kesempatan, Mori Hanafi berulangkali menegaskan pentingnya pemerintah daerah menerapkan kebijakan ekonomi yang bisa mendorong terciptanya pemerataan. Saat ini, ekonomi NTB memang mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan.

Namun, ada aspek pemerataan di balik isu pertumbuhan itu, yang juga perlu mendapatkan perhatian. Mori menegaskan, upaya untuk mendorong terciptanya distribusi kemakmuran bisa dilakukan dengan strategi pemberdayaan terhadap masyarakat menengah ke bawah.

Karena itulah, dalam Pilkada NTB 2018 ini, pasangan Ahyar-Mori telah menyusun serangkaian janji kerja yang terkait dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat lemah.

Sejumlah paket kebijakan yang disiapkan sebagai janji kerja Ahyar-Mori antara lain, dukungan permodalan untuk masyarakat dari ekonomi lemah. Problem permodalan ini kerap ditemukannya saat menggelar rangkaian kunjungan ke sentra-sentra ekonomi seperti pasar tradisional.

“Masalah yang ada sekarang adalah mengenai permodalan, semenjak saya (Mori) datang di tempat ini para pedagang langsung banyak bercerita terutama mengenai permodalan, masih banyak pedagang yang meminjam uang di rentenir untuk melanjutkan usahanya,” ujar Mori.

Mori Hanafi selalu menegaskan bahwa kemudahan akses permodalan merupakan salah satu solusi untuk mengeluarkan masyarakat dari jeratan rentenir. Adapun solusi konkret yang akan dilaksanakan oleh Ahyar-Mori untuk menuntaskan hal itu adalah pemberian modal untuk pedagang pasar guna menyelesaikan permasalahan modal ini.

“Pedagang nantinya jangan Khawatir, Inshaa Allah jika Ahyar-Mori terpilih kami akan anggarkan bantuan modal sebanyak 5 juta/Pedagang,” tutup Calon Wakil Gubernur nomor urut 2 ini.

Selain bantuan permodalan, Mori menegaskan pihaknya juga bertekad untuk memperkuat strategi perlindungan terhadap petani dan pedagang dengan menjaga stabilitas harga komoditas di pasar.

Mori meyakini, harga yang berimbang di pasar dengan di tingkat petani adalah kunci untuk menciptakan kemajuan dalam sektor pertanian. Terlebih,sektor ini merupakan sektor yang menjadi tempat hidupnya mayoritas masyarakat di NTB. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here