Mori Berharap Ada Kejutan dari Balap Motor

Tampak para atlet balap motor PON NTB tengah beradu cepat saat menjalani sesi latihan di Sirkuit Motor Selagalas Mataram, Kamis, 8 Juli 2021. (Suara NTB/fan)

Mataram (Suara NTB) – Ketua Pelatda PON NTB Gemilang, H. Mori Hanafi menyambangi atlet cabang olahraga balap motor di Sirkuit Selagalas Mataram, Kamis, 8 Juli 2021. Kedatangan Wakil Ketua DPRD NTB di arena balap motor itu untuk membakar semangat para atlet yang sedang latihan.

Mori yang juga menjabat Ketua Kontingen PON NTB itu memberikan kata motivasi agar tiga atlet balap NTB tetap semangat latihan meski pada latihan persiapan PON masih menggunakan fasilitas latihan yang belum standar. Dalam hal ini ia berharap cabang olahraga balap motor dapat membuat “kejutan” (sumbang medali emas-red) di ajang multi event olahraga nasional yang akan berlangsung di Papua mulai akhir bulan September hingga Oktober 2021.

Iklan

“Saya baru pertama kesini. Kita berharap agar para atlet dapat memanfaatkan kesempatan dan fasilitas latihan yang ada dengan baik, walau pun kita tau sarana latihannya belum memadai,” ucap Mori di hadapan para atlet. Saat itu ia didampingi Ketua Umum Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB, M. Nur Haedin.

Mori menjelaskan bahwa persaingan di ajang balap motor PON XX di Papua tahun 2021 sangat ketat dibanding event-event nasional lainnya. Oleh karena itu ia mengingat atlet agar tetap semangat berlatih supaya dapat meraih hasil maksimal, dan kalau bisa membuat kejutan dengan meraih medali emas.

“Kita tau persaingan atlet di PON sangat ketat. Atlet NTB harus terus meningkatkan persiapan fisik dan teknik. Semoga keberuntungan bisa berpihak pada atlet balap motor NTB,” harapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Pengprov IMI NTB, M. Nur Haedin menjelaskan bahwa pihaknya telah meloloskan tiga atlet mengikuti PON XX di Papua akhir bulan September hingga Oktober tahun 2021. Adalah Aldiaz Aqsal Ismaya,  I Nyoman Rajendra SP dan Ketut Madiasta.

Ketiga atlet yang akan mewakili NTB di ajang multi event olahraga nasional itu kata Haedin  memiliki peluang meraih medali. Khususnya di kelas perorangan dan beregu usia 20 tahun ke bawah. Alasannya salah satu atlet balap motor NTB, Aldiaz Aqsal merupakan pebalap papan atas nasional usia 20 tahun ke bawah.

Menjawab pernyataan  Ketua Kontingen PON NTB, H. Mori Hanafi yang berharap atlet bermotor bisa membuat kejutan  di PON, Haedin optimis dengan kemampuan tiga atletnya. Khususnya atlet balap motor usia 20 tahun ke bawah, Aldiaz  diakui Haedin punya peluang meraih medali emas di PON XX/2021.

“Kalau kejutan, meraih medali emas kita bisa melihat dari hasil dua tahun belakangan  ini. Dimana salah satu atlet kita, Aldiaz  merupakan  peringkat papan atas nasional. Aldiaz runer up Indonesia. Juara satunya dari Jawa Timur. Saya optimis atlet balap motor bisa meraih medali emas,” ucapnya.

Dijelaskan Edo, prestasi terbaik Aldiaz adalah meraih medali perak di Pra-PON 2019.”Atlet kita  Aldiaz berhasil meraih peringkat dua nasional  di Pra-PON tahun 20219. Di Pra-PON sebelumnya atlet NTB berada di peringkat 10 besar nasional,” jelasnya.

Melihat prestasi Aldiaz yang sudah me nasional, Haedin optimis dengan apa yang diharapkan Ketua Kontingen PON bisa diwujudkan. Hanya saja Haedin berharap kepada pihak Pemprov bisa mendukung penuh persiapan atlet menatap PON XX Papua tahun 2021. Terutama sirkuit balap motor Selagalas Mataram yang dibangun tahun 2011perlu dukung pembangunannya agar atlet bisa latihan dengan  sirkuit yang standar nasional. Diakui Haedin sirkuit yang digunakan untuk latihan atlet PON saat ini sudah  dibangun dengan konsep standar nasional. Tapi sayangnya  NTB  baru bisa bangun jalan 760 meter dan lebar 8 meter, sementara standar jalan lintasan sirkuit nasional adalah 1.200 meter dengan lebar minimal 10 meter. Itu artinya jalan lintasan sirkuit saat ini masih kurang 440 meter lagi dan perlu diperlebar hingga dua meter lagi. (fan)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional