Monumen Mataram Metro dan Tembolak akan Dihubungkan

Monumen Tembolak dan Monumen Mataram Metro, Kamis, 20 Februari 2020. Pemkot berencana membebaskan lahan di sebelah timur dan barat monumen Tembolak selebar 35 meter. Lahan itu akan dijadikan rest area dan underpass untuk menyatukan kedua monumen. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Pembangunan infrastruktur di Kota Mataram terus dilanjutkan. Setelah pembangunan Monumen Tembolak dan Monumen Mataram Metro rampung dengan menelan biaya sebesar Rp22 miliar, kini Pemkot berencana membebaskan lahan untuk membangun rest area yang akan menghubungkan kedua monumen tersebut sebagai objek wisata baru di Mataram.

Dikonfirmasi Suara NTB, Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda kota Mataram, H. Mahmuddin Tura menjelaskan, Pemkot Mataram memang telah merencanakan kelanjutan pembangunan infrastruktur untuk kedua monumen tersebut. Pemkot akan melakukan pembebasan lahan pada sisi kanan dan kiri ruas jalan dari Monumen Tembolak sampai Monumen Mataram Metro.

Iklan

Lanjut Mahmuddin, pembebasan lahan itu, sekurang-kurangnya selebar 25-35 meter. Pembebasan lahan ini memang masuk dalam program lanjutan Pemkot Mataram untuk mempercantik kedua monumen tersebut.

“Nanti akan sama dengan Jalan Udayana Mataram. Ada jalur lambatnya di sana, ada tamannya juga. Nah lahan dari Monumen Tembolak sampai Monumen Mataram Metro itu jelas akan dibebaskan jadi rest area dan tempat para PKL nanti,” katanya, Kamis, 20 Februari 2020.

“Kurang lebih panjangnya nanti 800 meter yang akan kita bebaskan dengar lebar 35 meter. Untuk PKL yang di Monumen Tembolak, nanti kita siapkan di twin belt agar tidak semrawut lagi. Kurang lebih seperti itu,” katanya. Rencana ini jelas Mahmuddin, sudah masuk dalam master plan program pembangunan Pemkot Mataram.

Untuk anggaran proyeksi kedua Monumen tersebut kata Mahmuddin, pihaknya belum bisa menentukan berapa jumlah anggaran yang dibutuhkan. Baik untuk melakukan pembebasan lahan sepanjang 800 meter dengan lebar 25-35 meter. Ia menganggap, proyeksi kedua monumen itu harus dilakukan, mengingat kondisi Monumen Tembolak sampai saat ini masih kumuh.

“Kalau tidak dikerjakan iya begitu, pasti akan kumuh di sana. Sejauh ini, pembangunan Monumen Tembolak kita awasi betul,” katanya. Untuk kedua Rumah Makan di sebelah timur jalan by pass itu jelas akan kena pelebaran jalan.

“Rumah makan bebek itu akan dibebaskan. Jelas akan pindah ke lokasi baru,” katanya. Untuk pengerjaannya, Pemkot Mataram berniat mengerjakan secara bertahap sesuai APBD Kota Mataram.

“Lahan itu itu kan nanti sebagai jalan underpass dari jalan by pass itu. Cuma kan masih bertahap. Kita juga akan siapkan lahan untuk parkir areanya. Di sana juga disiapkan area untuk berswafoto pengunjung di kedua Monumen,” jelasnya. Mahmuddin pun memprediksi, biaya pembebasan lahan seluas 35 meter di sebelah timur dengan panjang 800 meter tidak murah.

“Kira-kira luasnya seperti di Jalan Udayanan. Kita juga prediksi akan menelan biaya yang cukup mahal,” katanya. Bukan hanya itu, beberapa investor sudah menawarkan akan melakukan pembangunan hotel di sebelah barat Monumen Tembolak.

“Ada lahan yang dipagari seng di sebelah barat (Tembolak, red), di sana akan dibuat hotel,” pungkasnya.

Sampai saat ini dana untuk pembebasan lahan belum bisa diprediksi. Program proyeksi ini kata Mahmuddin, merupakan program jangka panjang Walikota Mataram. “Jika Walikota yang menjabat saat ini tidak bisa lakukan, iya tugas walikota barulah nanti. Walikota kan sudah buat gerbangnya. Sekarang tinggal proyeksi kedua monumen saja,” tutup Mahmuddin. (viq)