Monev, Kemenag Klaim Pelaksanaan Ujian Madrasah Sesuai SOP

Kunjungan monev Kasi Kurikulum Kanwil Kemenag NTB H. Jalaludin di MTsN 2 Loteng, terkait pelaksanaan ujian madrasah tingkat MTs, Senin, 29 Maret 2021. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Pelaksanaan ujian madrasah tingkat MTs di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), hingga Senin, 29 Maret 2021 memasuki hari ke empat. Kegiatan ujian madrasah terjadwal sampai 31 Maret 2021 mendatang. Selama pelaksanaan, ujian madrasah berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Demikian disampaikan Kepala seksi (Kasi) kurikulum pada Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) NTB H. Jalaludin, M,Ed., saat melakukan Monev ke MTs N 2 Loteng, Senin, 29 Maret 2021.

Iklan

Di MTsN  2 Loteng, ujarnya, ujian madrasah diikuti sebanyak 216 orang peserta. Berdasarkan monev selama tiga hari pelaksanaannya, kegiatan sekali dalam satu tahun ini berlangsung sesuai SOP yang ada.

Dijelaskannya, monitoring dan evaluasi yang dilakukan adalah bagian dari kegiatan pemantauan dan evaluasi terhadap madrasah-madrasah penyelenggara ujian.

 Selain itu, monitoring dan evaluasi adalah salah satu item penting dalam setiap kegiatan ujian, apakah itu semester, ujian madrasah maupun ujian nasional. Hal ini bertujuan untuk memantau, memastikan pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan baik, lancar atau tidak. “Sehingga kita bisa mengetahui dan mengevaluasi. Jika ada kendala-kendala yang terjadi atau ada, bisa untuk perbaikan pada pelaksanaan berikutnya,” ungkap Jalaludin.

Terkait pelaksanaan ujian madrasah di masa Covid-19, Jalaludin menegaskan pandemi Covid 19 tidak boleh menjadi halangan untuk tidak melaksanakan kegiatan evaluasi atau ujian akhir. Mengingat komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan (belajar mengajar) adalah adanya proses ujian atau evaluasi.

Sementara itu Kepala MTsN  2 Loteng Masdiono, S.Ag., M.Pd., melaporkan, pelaksanaan ujian madrasah dilaksanakan dengan tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan madrasah. Dia mengungkapkan , kegiatan ujian madrasah menggunakan ujian berbasis kertas dan pensil.

Tidak hanya itu pada setiap ruang ujian di awasi oleh satu orang pengawas. Mantan guru dan Kepala MTsN 5 Loteng ini juga menjelaskan, bahwa semua proses dan pelaksanaan ujian madrasah tetap mengacu pada standar covid yakni protokol kesehatan. (dys)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional