Molor, Proyek Dukcapil Lobar Senilai Rp7,1 Miliar

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid bersama jajaran sidak proyek Dinas Dukcapil, proyek ini molor karena tak selesai sesuai kontrak tanggal 26 Desember lalu. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) –Progres pembangunan Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Lombok Barat (Lobar) masih molor hingga batas akhir waktu pengerjaannya sudah lewat dari tanggal 26 Desember 2020. Akibatnya, kontraktor pun dijatuhkan sanksi denda sejak masa perpanjangan tersebut.

Selain itu, pihak dinas memprotes tulisan nomenklatur dinas tersebut, karena nama dinas ditulis pada dinding bangunan bagian depan dengan cara disingkat. Selasa, 29 Desember 2020 Bupati Lobar H. Fauzan Khalid bersama Sekda H. Baehaqi bersama jajaran kepala OPD terkait turun sidak ke lokasi proyek.
Bupati mengecek pengerjaan proyek hingga lantai II. Ia juga langsung bertemu dengan kontraktor. Dalam kesempatan itu, ia menggariskan bahwa proyek ini harus selesai dan tidak melampaui tahun 2020.

Dari pengamatan media, pekerja masih mengerjakan dinding ruangan, memasang pintu dan jendela. Bahkan ada yang masih mengecat tembok. Setelah sidak ke Dukcapil, Bupati langsung mengecek proyek IGD Rumah Sakit.
Usai mendampingi Bupati Lobar mengecek proyek, Kepala Dinas Dukcapil Hendrayadi mempertanyakan nama dinas ditulis dengan singkatan Dukcapil?. “Bisa tulisan itu diganti? Tidak boleh disingkat, tapi ditulis lengkap Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” harapnya.
Kontraktor Proyek Pembangunan Kantor Dukcapil H. Salman pun menjawab tidak bisa diganti karena sudah sesuai dengan perencanaan dari awal. “Tidak bisa diganti (ubah) karena sudah sesuai dengan perencanaan, itu bisa diganti kalau sudah selesai masa pemeliharaan,”jelas dia.

Selaku kontraktor bekerja sesuai dengan perencanaan. Ia tidak berani melenceng dari itu. Dijelaskan, progres pembangunan proyek hampir sudah 96 persen. Tapi ia mengklaim, kalau dilihat dari material on side sudah 98 persen. “Saya target sudah selesai dua hari ini, karena sudah tidak ada pekerjaan yang berat karena kaca dan jendela sudah terpasang. Tinggal kita pasang pintu saja,” beber Salman, Selasa, 29 Desember 2020.

Dia menerangkan, tinggal penambahan untuk pengecatan dan pembersihan kaca yang kotor. Begitu juga, masalah partisi juga sudah selesai.”Kelihatan belum selesai itu karena belum kita bersihkan yang kotor-kotor di kaca dan jendela yang kena sama cat,” sebutnya.

Diakuinya, proyek ini hanya terlambat 2 hari dari target waktu pengerjaannya tanggal 26 Desember 2020. “Saya bilang paling lambat tanggal 31 Desember besok selesai pengerjaan. Dan mau peresmian silakan saya tanggung jawab dan sudah bisa saya jamin,” imbuhnya. (her)