Molor, Pengerjaan Proyek Puskesmas Selaparang

Mataram (Suara NTB) – Pengerjaan proyek Puskesmas Selaparang molor. Keterlambatan ini disinyalir karena pemenang tender disinyalir tak memiliki modal.

“Apa adanya, saya sampaikan rekanan itu, tidak ada modal,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi, Jumat, 24 November 2017.

Iklan

Keterlambatan pengerjaan proyek yang seharusnya selesai 26 Oktober lalu. Bagian Administrasi Pengendalian dan Pembangunan serta Dinas Kesehatan sebagai pemilik proyek memberikan tambahan waktu sampai tanggal 30 November.

Usman menjelaskan, pembangunan Puskesmas tersebut berada dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 1 miliar. Pihaknya membuat perencanaan dan sepenuhnya diserahkan ke APP untuk melelang dan menunjuk pemenang.

“Pemenangnya saya tidak tahu karena yang menunjuk langsung itu APP,” kata Usman.

Dari batas pengerjaan sesuai kontrak tanggal 26 Oktober lalu tidak bisa menyelesaikan yang dibuktikan dengan berita acara. Usman mengklarifikasi pejabat pembuat komitmen (PPK) terkait progres pekerjaan oleh rekanan.

Ia sempat mengancam memutus kontrak bila tidak ada kesanggupan menyelsaikan pekerjaan. “Kalau memang tidak bias, saya minta diputus saja,” ujarnya.

Usman menyesalkan, dua tahun pengerjaan fisik Puskesmas selalu terlambat. Seharusnya, Bagian PP Setda Kota Mataram menunjuk rekanan yang bonafid. Dikes selaku pengguna atau pemilik proyek tidak mengetahui rekanan memiliki modal atau tidak. Ini jadi bahan evaluasi APP kedepannya agar lebih selektif lagi.

“Seolah – olah Dikes saja yang terlambat. Jujur malu saya begini terus. Kayak ndak bisa kerja saja,” imbuhnya. Terkait empat proyek Puskesdes nilainya masing – masing Rp 400 juta. Usman mengaku sudah on the track. PPK terus memantau perkembangan pekerjaan. Dan, sebelum akhir Desember seluruh pekerjaan tuntas. (cem)