Molor, Pembebasan Lahan Bandara Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Tender penilai publik (appraisal) dinyatakan gagal oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP). Setelah hanya ada satu rekanan penyedia layanan jasa yang mengikuti tender. Meski akan ada tender ulang, namun ganti rugi pembebasan lahan bandara bisa menjadi molor.

Kasubag  Perencanaan dan Pengadaan Aset Bagian Aset Setda Sumbawa, Surbini, Jumat, 4 November 2016 mengakui gagalnya tender dimaksud berdasarkan informasi dari ULP. Setelah hanya ada satu rekanan yang memasukkan dokumen penawaran.  Sementara syaratnya, minimal harus ada 3-5 penyedia jasa dalam lelang penilai publik.

Iklan

Menindaklanjuti hal tersebut, Bagian Aset kemudian mengirim surat ke Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN NTB pada 27 Oktober 2016. Selaku Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah Bandara,  sesuai pasal 21 ayat 1 Peraturan Kepala BPN RI No. 5 tahun 2012 tentang petunjuk teknis pengadaan tanah dapat menunjuk penilai publik. “Kami bersurat ke Kanwil BPN NTB. Pimpinan Kanwil BPN yang baru kemudian meminta petunjuk ke Dirjen Pengadaan Tanah di Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) terkait penujukkan penilain publik ini,” terangnya.

Berdasarkan petunjuk dari Dirjen, Pemkab kemudian diminta menender ulang penilaian publik ini. Informasi ini kemudian disampaikan ke ULP, agar dilaksanakan tender ulang. PPK pun telah memproses dokumennya. Meski demikian, hal ini dikhawatirkan berdampak pada molornya pembayaran ganti rugi pembebasan lahan bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa.

Namun, lanjut Surbini, proses pengadaan tanah tetap berjalan. Kini sedang dilakukan identifikasi dilanjutkan pengumuman hasil identifikasi. Yang jelas, hampir dipastikan, Pemkab tahun ini gagal mendapatkan perhitungan nilai besaran ganti rugi karena gagalnya tender penilai publik.  Padahal rencana awalnya, hasil penghitungan tim penilai diterima Desember, sehingga pembayaran ganti rugi akan bisa dilakukan pada Januari 2017. “Tapi karena penilai publik ini gagal, maka kemungkinan pembayaran ganti rugi juga akan molor,” katanya. (arn)

  Menag : MTQ Tidak Semata Ajang Kompetisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here