Mohan Yakin Terima SK Dukungan DPP Golkar

Mohan Roliskana. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Musyawarah Daerah Partai Golkar NTB, menjadi pertarungan bagi elit politik di internal partai. Para kandidat sama-sama memiliki hasrat politik untuk mengusung calon yang bakal bertarung pada Pilkada serentak.

Namun siapapun yang nanti terpilih sebagai Ketua DPD Golkar NTB, bakal calon Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana yang juga Ketua DPD Golkar Kota Mataram merasa yakin akan memperoleh SK dukungan dari DPP Golkar.

Iklan

Selain nama Ketua Umum DPD Partai Golkar NTB, H. Suhaili FT menyatakan diri untuk maju, figur lainnya adalah Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, anggota DPR RI daerah pemilihan NTB, Sari Yulianti. Satu kandidat yang diisukan bakal maju dari non kader adalah Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Menurut Mohan, Senin, 17 Februari 2020, isu bakal majunya Rohmi sebagai kandidat atau calon Ketua DPD I Partai Golkar sah-sah saja. Sepanjanag melalui mekanisme serta petunjuk organisasi yang berlaku di Partai Golkar. Sebab, syarat-syarat harus dipenuhi sebagai calon dari luar kader partai yang ingin berkompetisi.

“Saya kira Golkar partai yang terbuka. Silakan saja selama aturan dan syarat terpenuhi,” kata Mohan.

Calon yang maju dari luar kader jelas memiliki dampak terhadap peta politik di daerah. Sebab beberapa daerah ketua partainya sedang ikut berkontestasi. Nama-namanya yang maju sambung Mohan, sulit dikatakan bahwa mereka tidak memiliki kepentingan politik.

Apalagi para kandidat diketahui memiliki pegangan masing-masing yang bakal didorong maju pada pentas demokrasi lima tahunan tersebut.

Bagaimanapun juga kata Mohan, politik mengajarkan membangun komunikasi. Caranya adalah mengeluarkan kebijakan yang tidak menimbulkan konflik satu sama lain. Walaupun demikian, ia meyakini bakal mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Golkar untuk maju berpasangan dengan TGH. Mujiburrahman.

“Insya Allah, saya yakin dapat restu dari DPP,” pungkasnya.

Proses pencalonan dirinya berpasangan dengan TGH. Mujiburrahman berdasarkan mekanisme partai secara terstruktur rapi. Bakal calon Walikota dan Wakil Walikota diplenokan di tingkat DPD II Partai Golkar. Selanjutnya, dinaikkan ke tingkat DPD I. Kemudian diteruskan ke tingkat DPP. Mekanisme partai harus dihormati. Oleh karena itu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan apabila ada pendapat atau gangguan saat mencalonkan diri. Proses semuanya dimulai dari awal.

Selain itu tegas Mohan, keputusan maju bukan karena hasrat mengejar kekuasaan melainkan didorong dengan niat. Keinginannya ini pun memiliki tolok ukur dari sisi popularitas, elektabilitas serta kapasitas. Pengalaman sembilan tahun di birokrasi dinilai menjadi modal. Apalagi, ia memiliki pemahaman arah pembangunan Kota Mataram kedepannya.

“Saya dan Tuan Guru Mujib maju bukan semata-mata kejar kekuasaan. Tapi kami lihat dari elektabilitas,” ujarnya.

Pada musda partai berlambang beringin 5 Maret mendatang, diharapkan para calon memiliki tekad untuk memberikan kontribusi dan benar-benar berkhidmat kepada partai. Sehingga, berdampak pada pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (cem)