Mohan Ingin Tumpukan Sampah Segera Diatasi

Seorang pengendara melintas di depan transfer depo sampah di Ampenan baru – baru ini. Tumpukan sampah di jalan utama ini menjadi polusi mata bagi masyarakat. Dinas LH diminta bekerja kerja untuk mengurai sampah dengan memperbanyak pengangkutan. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengingatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk bekerja ekstra mengurai penumpukan sampah. Rasionalisasi anggaran mestinya tidak mengurangi ritasi pengangkutan. Penumpukan sampah akan menjadi polusi mata. “Walaupun rasionalisasi anggaran mestinya ritasi tidak hanya sekali,” kata Mohan mengingatkan, Jumat, 15 Januari 2021.

Pengangkutan sampah dilakukan tiga kali sehari kata Mohan, masih ada masalah penumpukan sampah. Apalagi jika dikurangi jadi satu kali justru menimbulkan masalah baru. Konsekuensinya adalah tempat pembuangan sementara tidak pernah kosong dari sampah.

Iklan

Mohan yang segera dilantik sebagai Walikota Mataram, akan mengevaluasi titik transfer depo yang dinilai menimbulkan polusi mata. Terutama transfer depo yang berada di jalan – jalan utama. Menurutnya, transfer depo itu dicarikan tempat lain yang tidak mengganggu pengendara. “Saya sudah minta dievaluasi transfer depo yang di jalan utama dicarikan tempat lain,” tegasnya.

Keterbatasan armada pengangkutan sampah menjadi kendala selama ini. Satu kendaraan tidak mampu untuk bermanuver mengangkut sampah di sejumlah lokasi. Dia berjanji pasca dilantik sebagai Walikota akan memperbanyak armada sampah, sehingga diharapkan satu kecamatan memiliki satu atau dua kendaraan operasional.

Kendala lainnya adalah keberpihakan anggaran. Menurut Mohan, seharusnya porsi anggaran sifatnya untuk pelayanan publik diprioritaskan. Oleh karena itu, dia akan menyiapkan skenario penanganan sampah. “Rasionalisasi anggaran sudah berjalan tapi tinggal mengikuti porsi anggaram yang sudah ada,” ujarnya.

Dengan porsi anggaran terbatas di tahun 2021, pihaknya akan melakukan kreativitas untuk menangani sampah secara parsial, sehingga polusi mata bisa teratasi. Kreativitas itu misalnya dana kelurahan difokuskan untuk isu penanganan sampah mulai dari hulu sampai hilir, supaya hasilnya terlihat jelas dan tepat guna. “Bisa juga nanti kita masukkan di APBD perubahan,” tandasnya.

Terhadap peralihan bahan bakar armada sehingga terdapat kekurangan Rp1,3 miliar, Mohan meminta DLH mengoptimalkan ketersediaan anggaran untuk mencari langkah untuk menanggulangi permasalahan tersebut. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional