Mohan Ingin Pencairan Anggaran Rekonstruksi Dikebut

Seorang bocah bermain di rumah instan sederhana sehat (Risha) di Lingkungan Gontoran, Kelurahan Bertais, Rabu, 21 November 2018. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengatakan, diperlukan upaya-upaya percepatan pencairan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi korban pascagempa. Lambannya pelaksanaan rekonstruksi pascagempa dikhawatirkan menimbulkan persoalan baru, mengingat musim hujan telah tiba.

Sejauh ini, pemerintah pusat baru mencairkan anggaran untuk bantuan rumah kategori rusak. Sisanya Rp180 miliar untuk rumah rusak kategori sedang dan ringan belum ada kejelasan. Dikonfirmasi baru – baru ini, Mohan mengatakan, kondisi saat ini, perlu penanganan lebih cepat bagi korban. Apalagi telah memasuki musim penghujan.

Iklan

Keterlambatan penanganan karena masa transisi atau masa tanggap darurat berakhir. Pemkot Mataram fokus menyiapkan data pendukung dan membersihkan area.

Mohan mengakui, permasalahan dihadapi tidak saja pada pencairan anggaran. Pokmas banyak yang belum terbentuk, panel konstruksi rumah instans sederhana sehat (Risha) mengalami keterlambatan produksi dan berbagai permasalahan lainnya. “Berbagai persoalan kita hadapi saat ini,” katanya.

Belakangan, ada dukungan dana dari lembaga dan pemerintah daerah yang totalnya mencapai Rp1,6 miliar. Donatur ada sebagian yang spesifik meminta bantuan itu dipergunakan untuk perbaikan sekolah. Donatur lainnya meminta untuk mem-back up kebutuhan – kebutuhan yang sifatnya mendesak.

Mohan sebenarnya berharap dana itu bisa segera dimanfaatkan maksimal untuk mempercepat proses rehab dan rekon. Kendalanya terbentur oleh aturan, karena uang masuk ke rekening dan tetap penggunaan melalui mekanisme APBD.

Bisa dibayangkan kata Mohan, jika bantuan itu dieksekusi tahun depan. Maka esensi kedaruratan tidak ada lagi.

“Sementara yang punya dana berharap cepat dimanfaatkan mendukung program yang dibutuhkan daerah,” tandasnya. “Tetapi aturan ini jadi masalah. Seandainya ada keleluasan bisa segera ditangani,” tambahnya.

Informasinya akan ada dana bantuan dari donatur lainnya. Diharapkan, bantuan tersebut bisa dimanfaatkan. Jika melihat volume rehab dan rekon tidak terlalu banyak. Daripada menunggu lama akan menjadi persoalan. Perbaikan pun kata dia, diprioritaskan bagi rumah korban yang rusak berat. Sebagian ia melihat, masyarakat yang rumahnya rusak sedang dan ringan berinisiatif memperbaiki sendiri. (cem)