Mohan Ingatkan Penggunaan Kendaraan Roda Tiga Jangan Disalahgunakan

Mataram (Suara NTB) – Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana mengingatkan agar penggunaan kendaraan roda tiga pengangkut sampah jangan disalahgunakan untuk kepentingan atau kegiatan lain. Kendaraan yang mulai disalurkan ke lingkungan secara bertahap ini harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya, hanya untuk mengangkut sampah dari rumah tangga atau lingkungan ke TPS.

“Saya tekankan ketika ini didistribusikan ke masyarakat sesuai kebutuhannya, saya tidak mau ada lagi penyalahgunaan alat-alat kebersihan seperti ini untuk (hal) yang bukan peruntukannya,” tegasnya.

Iklan

Sebelum pendistribusian kendaraan roda tiga, perihal ini juga telah ditekankan Mohan kepada jajarannya yang bertanggung jawab terhadap penyaluran kendaraan ini. Saat itu ia juga meminta agar prosedur penggunaan motor roda tiga harus dipastikan sebelum disalurkan.

Setelah beberapa pekan kendaraan roda tiga disalurkan, Mohan berencana akan melakukan pengecekan kembali bagaimana kendaraan ini dimanfaatkan di lingkungan. “Saya akan cek lagi,” ujarnya. Ia juga akan melihat sejauh mana efisiensi pemanfaatan kendaraan ini untuk mengurangi tumpukan sampah di Mataram.

Sampah diakui masih menjadi persoalan di Mataram yang belum dapat dituntaskan. Selain menyediakan armada khusus pengangkut sampah, Mohan mengatakan solusi dari persoalan ini ialah pemanfaatan teknologi tepat guna yang dihasilkan warga Kota Mataram. Salah satunya ialah insinerator mini. Jika memungkinkan, Pemkot Mataram bisa memodali pembuatan alat tersebut dengan daya tampung yang lebih besar.

“Tapi sebenarnya yang lebih penting adalah teknologinya sudah ketemu. Barangkali nanti dalam bentuk hibah dan kita support penemunya,” ujarnya.

Olah sampah terpadu (Osamtu) yang kini berhenti beroperasi disebutkan Mohan tetap dihargai keberadaannya. Alat itu merupakan hasil inovasi dari upaya yang cukup panjang. Agar Osamtu dapat kembali dioperasikan, ia meminta agar disempurnakan sehingga apa yang menjadi kekurangannya dapat diatasi, salah satunya asap hasil pembakaran yang dikeluhkan warga setempat. “Karena dianggap itu bermasalah lalu kita tidak berikan ruang lagi, tidak demikian,” ujarnya. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here