Mohan Belum Berpikir Soal Pilkada 2024

H. Mohan Roliskana. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Meski perhelatan pemilihan kepala daerah serentak masih lama, tetapi sejumlah nama mulai diduetkan untuk bertarung. Para figur melirik peluang. Tak terkecuali duet antara Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Sitti Rohmi Djalilah dengan Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana.

Rencana duet Rohmi – Mohan santer muncul di permukaan. Wacana ini mengemuka jika peluang Zul – Rohmi jilid dua gagal. Partai pengusung melihat peluang untuk menjadi pemenang pemilu di NTB. Modal politik Mohan sudah cukup. Selain sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar NTB, juga kini menjabat sebagai Walikota Mataram.

Iklan

Pengalaman politik Mohan cukup moncer. Dua periode memimpin DPD Partai Golkar Kota Mataram. Partai berlambang beringin itu, selalu menjadi partai pemenang pada pemilu legislatif. Di tahun 2019 lalu, sembilan kursi diperoleh.

Selain itu, Mohan juga memiliki pemilih fanatik, terutama pendukung dari akar rumput. Kekuatan politik dimiliki Mohan, juga dimiliki Siti Rohmi Djalillah, saudara dari mantan Gubernur NTB dua periode TGH. M. Zainul Majdi itu juga memiliki masa militan. Dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Ketua DPD Partai Golkar NTB, H. Mohan Roliskana belum berpikir jauh rencana Pilkada serentak mendatang.

Menurut Mohan, ia baru diamanahkan oleh masyarakat Kota Mataram untuk menjalankan roda pemerintahan selama lima tahun. Artinya, tanggungjawab itu harus diselesaikan.  “Saya kira kurang etis kalau berbicara itu. Apalagi beliau masih menjabat dan sedang berikhtiar membangun NTB,” kata Mohan dikonfirmasi usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Mataram, Kamis, 10 Juni 2021.

Mohan yang kini menjabat sebagai Walikota Mataram mempersilakan masyarakat menilai performance-nya. Namun kembali ditegaskan, bukan waktunya berbicara berpasangan dengan siapa.

Dia tidak memungkiri bahwa kader Golkar selalu ambil bagian dalam setiap kontestasi politik di tanah air, tak terkecuali di NTB. Dinamika saat ini harus melihat rasional. “Bagi saya belum berpikir ke arah sana. Kalaupun dinamika memasangkan ini tidak apa – apa. Tinggal untuk membuka pikiran masyarakat untuk agenda politik dalam tiga tahun berikutnya,” jelasnya.

Saat ini, ia ingin fokus mengurusi Kota Mataram. Menyelesaikan tugas yang diamanahkan masyarakat. Pasalnya, pekerjaan rumah belum selesai. Apalagi kondisi dan harapan masyarakat sangat lebih besar baik dalam hal ekonomi, pembangunan dan kemasyaratan. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional