Mohan Batal Divaksinasi

Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana saat diskrining awal sebelum divaksinasi Covid-19, Kamis, 14 Januari 2021. Mohan tidak divaksinasi karena tidak memenuhi syarat.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, batal menerima suntikan vaksin Covid-19 perdana di Kota Mataram. Pasalnya, saat melakukan skrining dirinya diketahui tidak memenuhi syarat dari segi kesehatan untuk vaksinasi tersebut.
Saya belum memenuhi syarat untuk (vaksinasi) itu, karena saya sekarang ini memang sedang mengonsumsi obat medis, ujar Mohan saat memberikan keterangan, Kamis, 14 Januari 2021 seusai menjalani skrining vaksinasi di Pendopo Walikota Mataram.

Selain itu, tekanan darah Mohan juga terlalu tinggi untuk menerima suntikan vaksin Covid-19 merek CoronaVac dari perusahaan China, Sinovac tersebut. Dirinya berharap kondisi kesehatannya segera pulih untuk dapat menjalani vaksinasi seperti pimpinan Forkopimda, Kepala OPD, Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat lainnya.

Iklan

Diterangkan, berdasarkan saran yang diterimanya dari Direktur RSUD Kota Mataram Mohan akan menunggu selama 3-4 hari untuk memulihkan kondisi kesehatannya. Kalau sudah baik, saya akan siap divaksin. Pasti saya menyusul (untuk menerima vaksinasi), ujar Walikota Mataram terpilih periode 2021-2025 tersebut.

Untuk menerima vaksin, kondisi kesehatan penerima menjadi salah satu faktor penentu yang dievaluasi oleh petugas kesehatan. Di antaranya penerima vaksin tidak boleh memiliki beberapa penyakit penyerta seperti penyakit autoimun sistemik (lupus, sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya), sindrom hiper IgE, pasien dengan infeksi akut, penyakit ginjal kronis (PGK) dialisis, PGK non-dialisis, tranlsplantasi ginjal, sindrom nefrotik dengan imunosupresan/kortikosteroid, hipertensi, gagal jantung, penyakit jantung koroner, rematik autoimun, penyakit-penyakit gastrointestinal, hipertiroid/hipotiroid karena autoimun, kanker, dan pasien hematologi onkologi.

Selain itu, vaksinasi tidak direkomendasikan bagi orang dengan tekanan darah di atas 140/90 mmHg, pasien konfirmasi positif yang telah sembuh, ibu hamil atau menyusui, mengidap gejala ISPA dalam tujuh hari terakhir, memiliki riwayat alergi berat, penyakit ginjal, rematik, sakit saluran pencernaan kronis, serta orang dengan penyakit diabetes melitus DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen. Kemudian untuk penerima vaksin dengan suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius dan pasien dengan riwayat penyakit paru disarankan menunda proses vaksinasi tersebut. (bay)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional