Mobilisasi Peralatan November, Konstruksi Pembangunan Smelter Dijadwalkan Januari 2022

H. Zulkieflimansyah (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M. Sc., mengatakan, progres pembangunan smelter milik PT. Amman Mineral Nusa Tengara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih sesuai dengan rencana. Konstruksi pembangunan smelter akan dimulai pada Januari 2022, namun November mendatang kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut sudah mulai memobilisasi peralatan.

‘’Januari (2022) lah mulai konstruksi. Tapi semua alat-alat (pembangunan smelter) mulai dimobilisasi November,’’ ujar Gubernur dikonfirmasi usai penyerahan bantuan satu isotank oksigen cair dari Kapolri kepada Pemprov NTB, Senin, 20 September 2021.

Iklan

Sebelumnya, akhir pekan kemarin, Gubernur mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arif Tasrif berkunjung ke lokasi pertambangan AMNT di Batu Hijau KSB. Gubernur mengungkapkan, progres pembangunan smelter cukup bagus sesuai rencana.

‘’Smelter juga sudah bagus progresnya. Progresnya bagus sesuai rencana, November mulai mobilisir alat-alat,” terangnya.

Pembangunan smelter AMNT di KSB semula direncanakan tuntas 2022, namun mundur menjadi 2023 akibat pandemi Covid-19. Selain itu, kapasitas smelter yang dibangun semula direncanakan 1,3 juta ton per tahun, turun menjadi 900 ton per tahun.

Pada tanggal 31 Maret 2021, Pemerintah Pusat  telah menyetujui rencana PT. AMNT mengubah desain fasilitas smelter kapasitas 1,3 juta ton/tahun menjadi 900ribu ton/tahun. Dampak pandemi Covid–19 yang belum usai, menyebabkan perubahan penentuan harga serta negoiasi ulang.

Sehingga menyababkan tertundanya proyek pembangunan smelter yang seharusnya selesai pada akhir 2022 mundur menjadi tahun 2023. Sedangkan progres pembangunan smelter  per Januari lalu mencapai 26,78 persen.

Smelter akan dibangun pada lahan seluas 154 hektare. Di dalamnya, ada pabrik pengolahan konsentrat, dan  fasilitas pendukung smelter. Lahan seluas 154 hektare tersebut sudah clear and clean.

Sedangkan total lahan yang dibutuhkan sebagai lokasi pembangunan smelter dan industri turunannya seluas 850 hektare. Dari lahan seluas 154 hektare yang menjadi kawasan inti smelter, nantinya akan dibagi menjadi 12 blok.

Sebelumnya, PT Amman Mineral Industri (AMIN) yang merupakan anak perusahaan PT. AMNT  menunjuk konsorsium China Non-ferrous Metal Industry’s Foreign Engineering and Construction Co., Ltd (NFC) sebagai kontraktor engineering, procurement dan construction (EPC) proyek smelter AMNT di KSB.

Selain itu, Amman turut menunjuk China Nerin Engineering Co., Ltd (NERIN) sebagai penyedia layanan teknis. Hal ini ditandai dengan penerbitan letter of intent (LoI) yang ditandatangani Kamis, 22 Juli 2021 dan turut disaksikan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

NFC dan Nerin sebagai konsorsium kontraktor EPC terpilih, pada saat memasuki kontrak EPC LSTK, akan mengerjakan berbagai cakupan kerja. Mulai dari desain, engineering, procurement, fabrikasi struktur dan instalasi, konstruksi sipil, hingga commissioning, memulai jalannya operasional, serta meningkatkan kapasitas desain pabrik. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional