Mobil Tangki PLTD ‘Kencing’ di Jalan

Mataram (Suara NTB) – Bahan bakar minyak hitam pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) diduga digelapkan. Minyak hitam atau disebut Marine fuel oil (MFO) yang diangkut dengan truk tangki dijual sebagian oleh sopir dalam perjalanan pengangkutan.

Lima orang ditetapkan tersangka dalam kasus itu, yakni RJ dan AH pasangan sopir dan kernet truk sebagai pelaku penggelapan, serta YS, HD, dan SH sebagai pelaku penadahan.

Iklan

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB, AKBP Herman Suriyono, Selasa, 24 Oktober 2017 mengatakan dua pelaku penggelapan ditangkap saat ‘kencing’ di Jalan Ahmad Yani, Selagalas, Cakranegara, Mataram.

Dua pelaku itu yang menggunakan truk tangki PT Muda Muara Damai bernopol DR 8685 AE membuka segel tangki dan menumpahkan alias ‘kencing’ ke tiga drum milik CV Peduli Lingkungan, milik tiga orang pelaku penadahan. Tiga drum tersebut disiapkan dengan angkutan pikap Daihatsu Granmax DR 9597 CZ

“Mereka melakukannya pada dini hari untuk menyamarkan kegiatannya,” kata Herman di Mapolda NTB didamping Kaur Penum Bid Humas, Ipda Hofni Bureni.

Truk tangki itu mengangkut 20.000 liter MFO yang akan dikirimkan dari PLTD Ampenan menuju PLTD Paok Motong, Lombok Timur.

Kepada tiga penadah, sopir dan kernet menjual per liternya Rp 500. Satu drum setara dengan 200 liter. “Totalnya saat itu mereka kencing 700 liter. Mereka hargai per drumnya Rp 100 ribu,” ungkapnya.

Sementara PLN membeli minyak hitam itu dari Pertamina dengan harga Rp 4.542 per liternya. Dua tersangka penggelapan mengaku sudah dua kali melakukan aksinya.

Dari pengakuan mereka juga terungkap modus serupa dijalankan sejumlah truk tangki lainnya. “Itu yang masih kita dalami, kita kembangkan ke pelaku lain dengan modus serupa,” kata Herman.

Tersangka RJ dan AH dijerat pasal 372 KUHP tentang penggelapan yang ancaman hukumannya paling lama empat tahun. sedangkan tersangka YS, HD, dan SH diancam pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan pidana paling lama empat tahun. (why)