Mitigasi PHBS, Literasi dan Numerasi, LPMP NTB Gelar Advokasi dan Sosialisasi

Kepala LPMP Provinsi NTB Mohamad Mustari (kedua dari kiri) saat menyampaikan sambutan di Kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pedoman Mitigasi Risiko, Perilaku Hidup Bersih, dan Sehat (PHBS),  Literasi, dan Numerasi mulai Senin, 21 Juni 2021  sampai dengan Rabu, 23 Juni 2021.(Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi NTB (LPMP Provinsi NTB) melaksanakan Kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pedoman Mitigasi Risiko, Perilaku Hidup Bersih, dan Sehat (PHBS),  Literasi, dan Numerasi mulai Senin, 21 Juni 2021  sampai dengan Rabu, 23 Juni 2021 di LPMP NTB. Kegiatan ini dilakukan agar warga satuan pendidkan dapat menjaga diri dan orang lain dari ancaman Covid-19.

LPMP NTB mengundang 100  peserta berasal dari  Kepala Cabang Dinas Dikbud, Ketua MKPS SMA, Ketua MKKS SMA, Pejabat Dinas Dikbud, Ketua K3S, Ketua MKKS, Ketua KKPS SD, Ketua MKPS SMP, Kanwil Kemenag, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Pemerintah Provinsi NTB dan LPMP Provinsi NTB.

Iklan

Kepala LPMP Provinsi NTB Mohamad Mustari, Ph.D., menjelaskan, kebijakan PTM terbatas diambil karena sejumlah data menunjukkan bahwa kelompok anak usia sekolah memiliki faktor risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok dewasa. Kelompok ini juga umumnya memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan kelompok umur lainnya. Selain itu, kebijakan PTM terbatas diambil untuk memulihkan learning lost yang dialami peserta didik selama menjalani BDR akibat Pandemi Covid-19.

“Mengingat hal tersebut, sekaligus mewaspadai ancaman Virus Corona yang ditengarai dapat bermutasi, maka Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen memandang penting untuk mengadakan kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pedoman  Mitigasi Risiko, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Literasi dan Numerasi,” jelasnya.

Mustari saat memberikan pengarahan di Aula Wijaya Kusuma menyampaikan beberapa kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Di antaranya tentang pengawalan Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB), agar tidak terjadi ketidakpuasan orang tua, sehingga menimbulkan masalah baru di daerah masing-masing.  Persiapan Assesmen Nasional (AN) tahun 2021, untuk memastikan seluruh satuan pendidikan memiliki sarana prasarana.

Penanggung Jawab Kegiatan, Dra. Hj. Sudiati Prihatiningrum mengungkapkan, tujuan dari kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pedoman Mitigasi Risiko, PHBS, Literasi, dan Numerasi adalah Sosialisasi terkait Mitigasi Risiko, PHBS, Literasi dan Numerasi; Mendorong Koordinasi UPT Kemendikbud dengan Tim Pembina UKS/M beserta Tim Pelaksana UKS/M terhadap mitigasi risiko PTM dan edukasi PHBS. Termasuk mendorong daerah untuk menjalin kemitraan dengan stakeholder lain dalam rangka mendukung pembelajaran jarak jauh. Selain itu menyusun Rencana Tindak lanjut terkait Mitigasi Risiko, PHBS, Literasi dan Numerasi dalam Pendidikan Tatap Muka di satuan pendidikan. Kegiatan yang mempergunakan pola 18 jam pelajaran ini difasilitasi Sekda Provinsi NTB, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTB, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Widyaprada LPMP Provinsi NTB”.

Salah seorang Fasilitator Kegiatan Drs. I Made Murta Astawa, M.Pd. (Widyaprada) menjelaskan, akibat Pandemi Covid-19 di bidang pendidikan mengakibatkan pembelajaran terputus. Learning loss adalah hilangnya minat belajar peserta didik karena berkurangnya intensitas interaksi antara peserta didik dengan guru saat proses pembelajaran. Literacy loss adalah hilangnya minat membaca pada warga satuan pendidikan terutama peserta didik selama pandemi Covid-19.

“Terkait dengan strategi penguatan literasi dan numerasi, hal yang dapat dilakukan adalah melalui penataan lingkungan fisik, penataan lingkungan sosial afektif, dan penataan lingkungan akademik. Setiap daerah harus membentuk Tim Pendamping Literasi Daerah (TPLD), merupakan sistem pendukung yang memiliki peran sentral dalam mendorong sekolah sebagai motor penggerak pendidikan,” jelasnya.

Penutupan kegiatan ini dilakukan secara dalam jaringan (daring) Zoom Cloud Meeting oleh Rohmat Subkoordinator Penjaminan Mutu Pendidikan Setditjen Pauddikdasmen Kemendikburistek, Yusuf.

Dalam pengarahannya menyampaikan, program penjaminan mutu pendidikan di masa pandemi Covid-19 tahun 2021 antara lain, Mitigasi risiko aman Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM) dan Edukasi PHBS, Kemitraan Penguatan Sarana Telekomunikasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dan Penguatan Literasi dan Numerasi. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional