Miris, Ruang Kelas SMP di Lobar Ditumbuhi Talas

Kondisi sekolah darurat SMP 2 Gunungsari yang memprihatinkan dan tak layak ditempati. Namun Pemda belum juga membangun sekolah ini. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Kondisi sekolah darurat SMP 2 Gunungsari sangat memprihatinkan, lantaran tak kunjung dibangun oleh Pemda Lombok Barat. Kondisi sekolah ini sudah tak layak. Saking tidak terpelihara, ruang kelas pun sampai ditumbuhi tanaman talas.

Kondisi sekolah darurat SMP 2 Gunungsari yang memprihatinkan dan tak layak ditempati. Namun Pemda belum juga membangun sekolah ini. (Suara NTB/ist)

Sejak awal tahun, sekolah darurat ini diterjang banjir. Kondisi ini pun dikeluhkan warga masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya disana. Tak hanya warga, murid baru pun mengeluh atas kondisi sekolah tersebut. Mereka terpaksa harus belajar di sekolah yang tak layak.

Iklan

Akibatnya, jumlah murid baru pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini tak Mencapai target. Mereka berharap pemerintah segera membangun sekolah tersebut.

Pantauan Suara NTB, sekolah darurat dibangun berdindingkan kalsiboard, tanpa fondasi dan mulai rusak. Dinding kalsiboard mengalami jebol dimana-mana.

Tak kalah memprihatinkan, di dalam ruang kelas, bekas lumpur akibat direndam air hujan sudah ditumbuhi tanaman talas. Kondisi ini sangat tak layak untuk ditempati anak-anak untuk belajar.

Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan SMP 2 Gunungsari, Sri Rahmawati mengatakan, informasi awal yang diterima dari Pemda rencananya sekolah itu akan dibangun bulan April. Akan tetapi sampai saat ini belum ada kepastian. “Sekarang belum ada informasi kejelasan,” aku dia.

Seharusnya, kata dia pada saat sebelum PPDB sudah dilakukan pembangunan sekolah Paling tidak kata dia sebatas fondasi agar guru dan anak-anak baru serta orang tua bersemangat. Pihak sekolah sendiri sudah mengirim rencana pembangunan gedung sekolah ini. Karena dampak kondisi gedung ini tidak nyaman bagi guru mengajar, terutama anak-anak sangat Terganggu.

“Sangat terganggu sekali, karena kalau sudah jam 10.00, panas. Ditambah ruangan becek karena tidak ada fondasi,” keluh dia.

Pada PPDB beberapa hari lalu, jumlah murid baru yang mendaftar hanya 43 orang dari target maksimal 50 orang. Rombel yang disiapkan sebanyak dua. Dengan jumlah rombel sudah disesuaikan dengan kondisi protokol covid-19. Terkait penerapan konormalan baru, pihaknya akan menunggu kebijakan.

Saat PPDB, ada orang tua murid mengeluhkan kondisi sekolah yang tak layak dan tidak kunjung dibangun. Namun pihak sekolah menjelaskan Kalau sekolah ini akan tetap dibangun. Sayangnya, wabah Corona menyebabkan rencana pembangunan belum ada kejelasan.

Terkait penerapan kenormalan baru, pihak guru sudah siap. Untuk anak-anak disiapkan tempat cuci tangan dan makser akan disiapkan Juga.

Pihak Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Lobar, melalui Kabid Sarana Dan Prasarana, L. Wira Kencana mengatakan anggaran untuk pembangunan SMP 2 Gunungsari sudah dialokasikan di DPA APBD murni. Anggarannya masuk DID, sesuai SE bupati untuk anggaran DID ditangguhkan dulu atau dikunci. Sehingga untuk mengeksekusi anggaran ini perlu bersurat ke TAPD.

“Kami masih menunggu surat dari TAPD apakah masih ada anggaran atau ndak,” ujar dia. Sampai saat ini proyek pembangunan SMP ini belum bisa dilelang karena belum dibuka penangguhannya. Padahal kata dia, pihaknya sudah menyiapkan dokumen lelang. (her)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional