Mirip Simbol LGBT, Ini Jawaban Pemkot Mataram Soal Warna Gerbang Lingkar Selatan

Pekerja masih terlihat mengerjakan gerbang di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Jempong Baru, Jumat, 28 Desember 2018. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Bukan saja keterlambatan pengerjaan yang disorot masyarakat. Desain, kekuatan serta pilihan warna gerbang Lingkar Selatan Kota Mataram dari Lombok Barat pun menjadi pro – kontra di kalangan warganet.

Gerbang ini memang sempat viral di media sosial setelah diunggah oleh sejumlah pengguna. Warganet pun mulai berspekulasi mengenai desain gerbang kota yang cukup menarik ini.

Iklan

Komentar para netizen terkait desain gerbang cukup beragam. Dari yang mendukung dan memuji, yang sinis, hingga yang memberikan kritik tajam.

Salah satu komentar yang sering disuarakan misalnya, mengenai pilihan warna-warni gerbang. Oleh sebagian warganet, pilihan warnanya diasosiasikan mirip simbol kaum LGBT.

Selain menyoroti pemilihan warna, warganet juga mempertanyakan kekuatan proyek yang dikerjakan dua kali penganggaran 2017 dan 2018 dan menghabiskan anggaran sekitar Rp8 miliar.

Menanggapi komentar masyarakat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir kekuatan dari rangka baja yang dipasang sebagai bahan pembangunan gerbang.

Konsultan telah menghitung kekuatan rangka baja. Demikian pula, perusahaan tempat memesan material rangka baja tersebut menghitung kembali. Pabrik kata Mahmuddin, berani memberikan garansi.

“Pabrik juga ndak mungkin sembarangan. Mereka tidak mau bermasalah di lapangan,” tegas Mahmuddin dikonfirmasi, Jumat, 28 Desember 2018.

Standar keamanan gerbang telah dipikirkan matang – matang. Yang jelas, gerbang ini akan aman dilalui pengendara.

Dijelaskan, kombinasi warna di gerbang menunjukan keberagaman masyarakat di Kota Mataram. Dan, konsep warna, desain dan lain sebagainya murni berasal dari pemikiran Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh.

“Filosofis pemilihan warna nanti dan desain nanti dipasang di bawah gerbang. Pak Wali juga langsung akan mengekspose,” tandasnya.

Menurut Mahmuddin, gerbang itu memiliki filosofis mendalam. “Biar nanti Pak Wali yang jelaskan,” demikian kata Mahmuddin. (cem/aan)